Pemprov NTB Pastikan Masyarakat Tetap Bisa Akses Bukit Merese

MEMESONA: Para pengunjung begitu bahagia menikmati keindahan alam dari atas Bukit Merese, Lombok Tengah. (AZWAR ZAMHURI/RADAR LOMBOK)

MATARAM-Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara ITDC dan Bin Zayed International LLC Investor dari Dubai, Uni Emirat Arab untuk pembangunan lapangan golf 27 hole bertaraf internasional di Bukit Merese, Lombok Tengah mendapatkan reaksi dari kalangan netizen.

Mereka khawatir Bukit Merese tidak akan bisa diakses secara bebas lagi. “Kalau sudah dibangun, maka bukit merese tidak akan bisa di akses oleh masyarakat lagi,” kata @Yayan Lombok di kolom komentar FB Radar Lombok.

“Tamatlah rakyat kecil…tidak akan kita bisa nikmati lagi Bukit Merese kalau tak punya banyak duit,” kata @Endri Susanto klu.

“Bakalan habis alam ini karena investor. Anak cucu akan sulit n terbatas menikmati keindahan yg kini kita rasakan,” tambah netizen @Ridho Potlot.

BACA JUGA :  Perkosa Anak Tiri Sampai Hamil Lima Bulan, Polres Lombok Utara Tangkap RH

“Kalau bisa tanya masyarakatnya dulu apakah mereka setuju atau tidak, krna “permainan golf” itu hanya untuk orang berduit buanyak. Semoga masyarakat tetap bisa mengakses BUKIT MERESE,”saran natizen @Sahati Mhamha.

Dalam penandatanganan MoU yang disaksikan Gubernur NTB Zulkieflimansyah, netizen juga meminta Gubernur tidak perlu bangga dengan rencana pembangunan lapangan golf tersebut. “Nggak usah bangga lah pak gubernur kalau lapangan golf yang di bangun rakyat jelata paling cuman kebagian bola golf yang terlalu keras di pukul hingga keluar pagar lapangan,”kata @Merezalayeta Mirajel.

Menenggapi beragam komentar netizen itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB  Ir. H. Mohammad Rum, MT mengatakan, Bukit Merese secara normatif masuk sebagai Hak Pengelolaan Lahan (HPL) ITDC yang diberikan pemerintah. “Kalau untuk akses masyarakat saya yakin sudah dipikirkan oleh ITDC dan investor,” ungkapnya melalui pesan WA, Jumat (9/4/2021).

BACA JUGA :  Sidang Isbat Tetapkan 1 Ramadan 1442 Hijriah Jatuh pada Selasa 13 April 2021

Apa yang dikeluhkan natizen, lanjutnya, sudah menjadi pertimbangan investor dan ITDC. Sehingga masyarakat tetap bisa masuk ke Bukit Merese; menikmati keindahan di Bukit Merese. “Yang jelas semuanya akan menjadi pertimbangan investor dan ITDC untuk memberikan akses ke masyarakat. Untuk teknisnya nanti akan dibicarakan lagi,” ujarnya.

Dalam hal ini, Pemerintah Provinsi NTB kata Rum, tetap akan memastikan investasi berjalan baik. Serta masyarakat sekitar dan daerah mendapatkan efek dari pertumbuhan ekonomi dari keberadaan investasi tersebut. (sal)