Pemprov NTB Fasilitasi Buka Jalur Pasar Baru Bawang Merah Bima 

bawang-merah-bima
Kepala Distanbun Provinsi NTB Muhammad Riadi bersama Sekretaris Disdag Provinsi NTB Baiq Nelly Yuniarti.

MATARAM – Mengenai  persoalan harga bawang merah petani di Kabupaten Bima, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB telah menghadirkan langsung Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan langsung bertemu dengan Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, Dinas Perdagangan Provinsi dan Kabupaten Bima, Dinas Distanbun NTB bersama Kabupaten Bima, serta para petani bawang merah Bima.

Bahkan, Kemendag bersurat resmi untuk memberikan subsidi transportasi terkait pengiriman bawang merah Bima ke empat pasar yang ada di kawasan Indonesia timur. Dibukanya pasar bawang merah Bima ke empat provinsi di wilayah Timur Indonesia tersebut, sebagai langkah membuka jalur pasar baru tidak hanya komoditi bawang merah Bima, tapi juga komoditi hasil pertanian dan peternakan lainnya.

BACA JUGA :  Pemkab Lombok Tengah Pastikan Kesiapan Pupuk Subsidi Jelang Musim Tanam

Untuk mengenai harga, diberikan kesepakatan antara pedagang Bima dan empat provinsi sebagai tujuan pasar. Distanbun bersama Disdag NTB memfasiltasi pertemuan Be to Be, antara pengusaha Bima dan dan pengusaha dari empat provinsi kawasan timur Indonesia untuk menyepakati harga. Namun, selama dua kali melakukan pertemuan secara virtual melalui zoom meeting, kedua belah pihak belum menemui kesepakatan terkait harga.

“Kita sudah dua kali memfaslitasi pertemuan secara virtual, tapi tidak ada kesepakatan mengenai harga dan lainnya,” kata Sekretaris Dinas Perdagangan NTB Baiq Nelly Yuniarti.

Meski belum terealisasi pasar bawang merah di empat provinsi, Nelly menyebut bawang merah Bima sudah kembali mengirim ke Bali dan Surabaya, dengan pola tradisional seperti sebelumnya. Per hari bawang merah Bima  sudah bisa mengirim diangka 30 ton lebih ke Bali dan Surabaya. Sementara, harga jual bawang merah Bima di tingkat petani kisaran Rp 9 ribu hingga Rp 10 ribu, dan di pengepul di harga Rp 12 ribu per kg.

BACA JUGA :  Ada 1.106 Hektare Sawah yang Bisa Ditanami Padi di Lombok Utara

“Kami akan tetap memfasilitasi membuka peluang pasar distribusi baru ke empat provinsi di kawasan timur Indonesia. Karena, bisa menjadi peluang untuk memasarkan produk selain bawang merah,” pungkasnya. (luk)