Pemprov Minta GNE Segera Laksanakan RUPS

Wirajaya Kusuma (RATNA/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Menyikapi persoalan Direktur Utama (Dirut) PT. Gerbang NTB Emas (GNE), Samsul Hadi yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pengeboran air tanah tanpa izin di kawasan Gili Trawangan, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara (KLU), Pemrov NTB akan segera melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Kepala Biro Ekonomi Setda NTB, H Wirajaya Kusuma menjelaskan, bahwa pelaksanaan RUPS PT GNE yang akan membahas pergantian Direktur dan jajaran Direksi PT GNE, tergantung gubernur selaku pemegang saham. “Apakah mereka cukup satu periode atau akan ada fit and proper tes (uji kelayakan dan kepatutan, red) untuk yang baru,” katanya saat ditemui di Kantor Gubernur NTB, kemarin.

Wirajaya mengungkapkan pelaksanaan RUPS tengah dipersiapkan oleh PT.GNE, dan Pemprov minta RUPS ini sudah bisa laksanakan Juni 2024 ini, mengingat masa jabatan jajaran Direksi PT GNE akan berakhir Juni ini juga.

“Tapi saya belum mendapatkan laporan dari Direksinya kapan. Kami minta harus terakhir bulan Juni ini paling telat harus RUPS akhir tahun buku dilaksanakan,” ucapnya.

Sebelum melakukan RUPS, kinerja para Direksi periode 2019-2024 harus menjalani audit dari Kantor Akuntan Publik (KAP). Hanya saja Pemprov belum mendapatkan bocoran terkait hasil audit KAP.

KAP kata Wirajaya, mengaudit tatakelola perusahaan serta akuntabilitas keuangan dan lain sebagainya. Nanti hasil laporan audit KAP itu yang akan disampaikan dalam laporan pertanggungjawaban Direksi pada saat digelar RUPS. “Nanti itu disampaikan ke kita pada saat RUPS. Sekarang mereka sedang prepare (mempersiapkan),” katanya.

Apakah hasil rekomendasi manajemen PT GNE akan dirombak total? Menurut Wirajaya semua itu tergantung dari keputusan Pj Gubernur NTB selaku pemegang saham. “Memang, karena mereka berakhir masa jabatannya,” ujarnya.

Sementara Asisten II Setda NTB Fathul Gani menambahkan, jabatan Samsul Hadi sebagai Dirut PT.GNE akan berakhir pada Juni 2024 ini. Segera setelah itu Pemprov akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk menunjuk Direktur PT. GNE yang baru.

Hanya saja sejauh ini belum ada nama-nama yang diajukan Pj Gubernur Lalu Gita Ariadi sebagai calon Direktur PT. GNE menggantikan Samsul Hadi yang akan berakhir jabatannya pada Juni 2024 ini.

Pihak Biro Ekonomi pun sambung Gani, masih mempelajari terkait RUPS ini. “Belum, nanti tergantung dari kesiapan Biro Ekonomi. Kalau masa bakti itu ada tahapan RUPS, secepatnya kita proses,” ujar Gani.

Kemudian dengan adanya penetapan tersangka Direktur PT GNE ini, mantan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB juga memastikan kalau hal tersebut tidak akan menggangu operasional perusahaan.

Gani menegaskan dalam kondisi apapun operasional perusahaan tetap berjalan. “Orang boleh berganti, tetapi sistem tetap berjalan, itu teorinya. Siapapun yang memimpinnya, sistem tetap berjalan. Sembari kita tetap mengedapankan asas praduga tidak bersalah,” ujarnya. (rat)

Komentar Anda