Pemprov Gelontarkan Rp 7 M Benahi Destinasi Wisata KLU

DITATA : Penataan destinasi Wisata Gili Trawangan salah satu objek wisata yang saat ini menjadi perhatian Pemprov NTB (Dok/Radar Lombok)

TANJUNG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB pada APBD tahun 2016 ini telah menggelontorkan anggaran Rp 7 miliar untuk membenahi sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Penggelontoran anggaran yang cukup besar ini  karena destinasi wisata di KLU merupakan kawasan strategis provinsi. Dari dana sebesar Rp 7 miliar ini dialokasikan ke beberapa objek wisata seperti Gili Trawangan, Gili Air dan Senaru.

“Anggaran Rp 7 miliar yang dialokasikan untuk membenahi destinasi wisata di KLU. Misalkan Rp 1,2 miliar untuk penataan kawasan Gili Indah dan di APBD Perubahan dianggarkan untuk pasar seni Gili Trawangan sebesar Rp 3 miliar. Maka dari itu, kami meminta Pak Kades dan pak Kadus untuk mengawal secara baik agar proses pelaksanaannya tidak terganggu,” kata Kepala Disbudpar NTB Lalu Moh Faosal Jumat kemarin (21/10).

Faozal mengungkapkan untuk Gili Air, Disbudpar NTB menyiapkan anggaran sekitar Rp 400 juta untuk perbaikan dermaga. Rencananya dermaga ini diperluas  dan menambah fasilitas di ruang tunggu dan akan dilengkapi PJU solar cell sebanyak lima titik. ”Kita tidak ubah konstruksi yang sudah ada, kita hanya menambah dan benahi yang sudah ada,” ujarnya.

Sedangkan untuk Gili Trawangan, Disbudpar akan membenahi beberapa hal seperti penanganan abrasi dan penataan ruang publik serta pembangunan landscape yang di mulai dari dermaga hingga ke hotel Aston. “Kita akan mengembalikan posisi pantai yang memang untuk publik dan menambah fasilitas pedestrian karena tidak semua wisatawan menggunakan cidomo atau sepeda untuk berkeliling pulau,” jelasnya.

Disbudpar juga akan menyasar kawasan wisata Sendang Gila di Senaru. Di lokasi ini, Faozal menjelaskan akan membenahi seluruh fasilitas seperti jalan, terminal dan kawasan air terjunnya. Dari pintu masuk Senaru sampai pintu masuk ke Sendang Gila juga dilengkapi dengan taman. Saat ini kondisi beberapa fasilitas di Sendang Gila sudah rusak seperti berugak, MCK, dan musola. Sehingga fasilitas tersebut juga dibenahi.

Selain fasilitas di air terjun Sendang Gila, Disbudpar juga mengaku akan membenahi fasilitas di Desa Adat Senaru. Pembenahan Desa Adat Senaru akan menyasar perbaikan jalan di kompleks desa adat yang saat ini terkesan masih kumuh dan memperbaiki rumah adat tanpa mengurangi keaslian dan nilai budaya yang ada. “Ada 24 rumah disana yang dibenahi. Tetapi kita tidak akan mengurangi keasliannya,” paparnya.

Pihaknya juga menyiapkan anggaran sebesar Rp 200 juta untuk penataan di Teluk Nare yang akan dihajatkan untuk pembangunan ruang tunggu dan jalan masuk ke dermaga. Selain itu, pihaknya juga akan membangun lima lapak portable bagi PKL. Namun rencana-rencana pembenahan itu butuh dukungan Pemkab Lombok Utara khususnya dalam hal pembenahan infrasturuktur jalan. Seperti jalan raya Pusuk yang menjadi jalan nasional.(flo)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid