Pemprov Buka Donasi untuk Warga Terdampak Banjir

Lalu Gita Ariadi (RATNA/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, Pemerintah Provinsi NTB melalui Penjabat (Pj) Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi mengintruksikan kepada seluruh jajarannya untuk membuka layanan donasi, guna meringankan beban warga terdampak banjir di Pulau Sumbawa.

Pj Gubernur NTB mengatakan layanan donasi pakaian layak pakai ini sudah dimulai sejak beberapa hari yang lalu. “Sekda sudah bikin surat edaran untuk menggalang kepedulian, pakaian layak pakai. Karena biasanya banjir itu butuh selimut dan pakaian layak pakai, jadi kita siapkan,” kata Miq Gita, sapaan akrab Pj Gubernur NTB, Senin (12/2).

Pj Gubernur mengungkapkan saat ini Pemprov masih sedang menghitung dan memetakan jenis bantuan apa yang akan didistribusikan kepada masyarakat terdampak bencana banjir di Pulau Sumbawa. Namun sejauh ini bantuan logistik dan sebagainya sudah banyak disalurkan oleh Dinas Sosial, Ketahanan Pangan hingga BPBD. Demikian juga alat-alat berat sudah mulai diterjunkan ke daerah-daerah terdampak banjir.

“Bapak Asisten III (Wirawan Ahmad, red) juga sudah saya minta stand by disana (lokasi banjir), memonitor keadaan. Tapi sekarang sudah surut banjirnya,” kata Miq Gita.

Pemprov sambung Pj Gubernur NTB, juga berencana akan melaksanakan program Jumat Salam yang dibarengi dengan aksi sosial di Pulau Sumbawa. Kegiatan ini sekaligus untuk meninjau kondisi terkini warga yang terdampak musibah banjir di kawasan tersebut.

Baca Juga :  Daihatsu Hadir Ramaikan Pameran GIIAS 2023 di Surabaya

Sesuai perkiraan BMKG 12-15 Februari 2024 akan terjadi cuaca ekstrem. Dari informasi yang diterima dari Dinas PUPR, bahwa bantuan seperti alat berat sudah siap di lapangan, terutama jalan menuju daerah Lunyuk, Sumbawa.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD NTB, Ahmadi mengatakan Pemprov NTB sudah menyalurkan sejumlah bantuan berupa logistik kepada masyarakat yang terdampak bencana alam banjir dan tanah longsor di Kabupaten Sumbawa. Logistik yang didistribusikan berupa tiga ton beras, air mineral, selimut, makanan cepat saji dan barang-barang kebutuhan harian lainnya. “Hal ini demi mengurangi beban masyarakat yang terdampak bencana di daerah tersebut,” katanya.

Selain itu, pendistribusian bantuan logistik juga diberikan di Desa Bara, Kabupaten Dompu, yang berdampak pada 600 KK (kepala keluarga). Demikian untuk daerah terdampak lainnya masih dalam tahap pendistribusian.

“Kami telah memeriksa lokasi terjadinya banjir. Kondisi di lapangan saat ini sudah kondusif, dan warga juga sudah mulai membersihkan sisa-sisa lumpur di rumah masing-masing,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Meteorologi ZAM, Satria Topan Primadi menambahkan bahwa BMKG memprakirakan potensi curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang terjadi pada periode 12 hingga 15 Februari 2024 di sejumlah wilayah di NTB. Seperti Kabupaten Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, Sumbawa Barat. Kemudian Kabupaten Bima, Kota Bima, dan Dompu pada pagi hingga dini hari.

Baca Juga :  Kemenag NTB Ingatkan Masyarakat Waspada Penipuan Travel Umrah

“Potensi gelombang tinggi di wilayah perairan NTB pada tanggal 12 sampai 15 Februari 2024, yaitu kategori tinggi gelombang sekitar 1,25 – 2,5 meter di Selat Lombok bagian Selatan, Selat Alas bagian selatan, Selat Sape bagian Selatan dan Samudera Hindia Selatan NTB,” jelasnya.

Untuk itu, semua pihak diharapkan melakukan persiapan, antara lain memastikan kapasitas infrastruktur dan sistem tata kelola sumber daya air siap untuk mengantisipasi peningkatan curah hujan. Melakukan penataan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan tidak melakukan pemotongan lereng atau penebangan pohon yang tidak terkontrol serta melakukan program penghijauan secara lebih masif.

Selanjutnya melakukan pemangkasan dahan dan ranting pohon yang rapuh, serta menguatkan tegakan atau tiang agar tidak roboh tertiup angin kencang. Kemudian menggencarkan sosialisasi, edukasi, dan literasi secara lebih masif untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian Pemerintah Daerah, masyarakat serta pihak terkait dalam pencegahan atau pengurangan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang, angin kencang, puting beliung dan gelombang tinggi.

“Termasuk juga lebih mengintensifkan koordinasi, sinergi, dan komunikasi antar pihak terkait untuk kesiapsiagaan antisipasi bencana hidrometrorologi,” pungkasnya. (rat)

Komentar Anda