Pemprov Buka 500 Formasi CPNS

H Fathurrahman
H Fathurrahman.(AZWAR ZAMHURI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTB, H Fathurrahman menyampaikan bahwa bulan Oktober ini pemerintah akan melakukan rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS). Sedangkan rekrutmen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) dipastikan tidak ada tahun ini alias batal. 

Menurut Fathurrahman, pemerintah pusat telah menentukan jadwal rekrutmen CPNS. Seluruh proses rekrutmen akan berakhir hingga April 2020. “Untuk pengumuman akhir bulan Oktober ini, langsung pendaftaran bulan November. Kalau rekrutmen P3K tahun ini tidak ada,” terangnya kepada Radar Lombok, Kamis (3/10).

Selanjutnya pengumuman hasil seleksi administrasi pada bulan Desember. Kemudian masa sanggah dan pengumuman jadwal seleksi kompetensi dasar (SKD) bulan Januari 2020. Bagi yang lulus administrasi, harus mengikuti tahapan SKD yang dilaksanakan Februari 2020. Dilanjutkan dengan tahapan seleksi kompetensi bidang (SKB) bulan bulan Maret 2020. “Terakhir, penetapan NIP dan pengangkatan sebagai CPNS dilakukan bulan April 2020,” ucapnya. 

Semua tahapan tersebut, telah final berdasarkan surat edaran resmi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB). Surat bernomor B/1007/S.SM.01.00/2019 tersebut menjelaskan tentang jadwal pelaksanaan rekrutmen dan seleksi CPNS formasi tahun 2019. Untuk lingkup Pemprov NTB sendiri, rencananya akan membuka kuota sebanyak 500 formasi. Terdiri dari tenaga guru 225 formasi, tenaga kesehatan 225 formasi dan sisanya jabatan fungsional sebanyak 50 formasi. “Tenaga guru itu, terdiri dari guru SMA 76 orang, guru SMK 113 orang dan guru SLB 36 orang,” paparnya. 

Kabar baik bagi peserta yang tahun lalu mengikuti seleksi CPNS dan lulus passing grade (ambang batas). Apabila mereka kembali ikut seleksi tahun ini, maka tidak perlu lagi mengikuti SKD. Kebijakan tersebut diambil pemerintah, untuk mengakomodir peserta tahun lalu yang lulus passing grade namun tidak lulus CPNS karena kuota terbatas. “Mereka diberikan keistimewaan tidak mengikuti SKD, itu kan karena kuota terbatas tahun lalu sehingga tersisih. Jadi mereka akan langsung lompat, hanya tes SKB saja nanti. Karena dianggap sudah lulus SKD,” ungkap Fathurrahman. 

Terkait dengan seleksi P3K, Pemprov NTB telah mengusulkan sebanyak 300 formasi. Namun karena pemerintah pusat membatalkan, maka tidak akan ada rekrutmen P3K tahun ini. Keputusan pemerintah yang membatalkan rekrutmen P3K, karena berbagai alasan. “Menurut KemenPAN-RB, untuk P3K akan ada sosialisasi terkait dengan evaluasi pelaksanaan P3K tahap satu tahun lalu. Soalnya sampai saat ini belum tuntas,” jelasnya. 

Kepada seluruh masyarakat, Fathurrahman mengimbau untuk segera mempersiapkan diri. Terutama untuk berkas pendaftaran yang dibutuhkan. “Syarat-syarat tidak jauh beda dengan tahun lalu. Yang penting, perhatikan saja KTP harus sinkron dengan Dukcapil, STR bagi perawat. Makanya dalam waktu dekat kita akan Rakor dengan kabupaten/kota,” tandasnya. (zwr)