Pemprov Beri Suntikan Dana Proyek Mangkrak

Salah satu Proyek yang mangkrak

MATARAM – Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen  menuntaskan berbagai proyek yang selama ini mangkrak, seperti dermaga Telong-Elong dan Terminal Haji/TKI.

Langkah konkrit yang  dilakukan yaitu memberikan suntikan dana untuk menunjang penyelesaian proyek. Sekretaris Daerah (Sekda) yang juga Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi NTB,  H Rosiady Sayuti mengatakan, kedua proyek  mangkrak milik pemprov tersebut dipastikan mendapat tambahan anggaran. “Kita memang akan  anggarkan lagi di APBD 2017,” ungkapnya kepada Radar Lombok, Rabu kemarin (2/11).

Jumlah tambahan suntikan dana terangnya, sampai saat ini belum ditentukan. Namun yang pasti, proyek terminal Haji/TKI harus dituntaskan pengerjaannya. Kemudian akan digunakan sesuai dengan perencanaan sejak awal.

Proyek yang dimulai tahun 2011 tersebut telah menelan anggaran mencapai Rp 11 miliar dari APBD. Terminal Haji/TKI dihajatkan untuk mempermudah para jamaah haji embarkasi Lombok. Namun bisa juga dimanfaatkan oleh TKI dan keluarganya ketika masa haji telah habis. “Intinya akan kita tuntaskan pengerjaannya seperti rencana dulu, bagus untuk digunakan oleh TKI saat ini,” katanya.

Apabila terminal Haji/TKI pengerjaannya bisa tuntas, maka para keluarga bisa menggunakannya ketika mengantar atau menjemput TKI. Kemudian jika musim haji tiba, bisa digunakan oleh jamaah haji. “Berapa kebutuhan biaya, masih sedang dihitung,” ucap Rosiady.

Kemudian untuk proyek dermaga Telong-Elong, dipastikan juga akan mendapat tambahan dana. Mengingat, potensi dermaga tersebut sebenarnya sangat besar. Apabila sudah tuntas, diyakini mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.

Untuk proyek dermaga tersebut, uang daerah yang telah digunakan mencapai Rp 14 miliar, belum terhitung bantuan dari pusat juga yang pernah digelontorkan. Untuk bisa menuntaskan pproyek tersebut membutuhkan dana yang masih cukup besar. “Dermaga Labuan Haji kan sejauh ini kurang pemanfaatannya, maka dermaga Telong-Elong akan bisa menjadi pengganti dermaga Labuan Haji,” kata Rosiady.

Apabila pemprov benar-benar ingin menuntaskan pembangunan dermaga Telong-Elong, maka dana yang dibutuhkan sekitar Rp 60 miliar. Namun secara manfaat, apabila proyek ini tuntas akan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat dan mempermudah akses ke berbagai wilayah.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Provinsi NTB, Lalu Bayu Windia menyampaikan, pihaknya akan melakukan revitalisasi terminal Haji/TKI. Pemanfaatannya akan dikembalikan sesuai rencana awal. “Tinggal berapa butuhnya dana, sedang dihitung. Yang jelas ada dianggarkan untuk tahun 2017,” katanya.

Kemudian terkait dengan dermaga Telong-Elong, Dishubkominfo juga telah berkoordinasi dengan dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk dibantu sarana dan prasarana pendukung. Dalam hal ini, pembangunan infrastruktur jalan yang memadai dari dank e dermaga.

Dermaga Telong-Elong lanjutnya, apabila sudah tuntas akan banyak manfaatnya. Kapal-kapal cepat juga bisa menggunakan dermaga tersebut. “Kita terus berbenah kok, dan terkait dengan usulan dewan agar terminal Haji/TKI diajdikan kantor Imigrasi, nanti kita pertimbangkan. Yang jelas saat ini kita akan sesuai dengan perencanaan awal,” tutupnya. (zwr)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid