Pemprov Akan Gratiskan Biaya Rapid Antigen Bagi Peserta Tes SKD CPNS

Muhammad Nasir (FAISAL HARIS/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Setelah beberapa kabupaten kota akan menggratiskan biaya rapid antigen bagi seluruh peserta calon pegawai negeri sipil (CPNS). Pemprov NTB juga berancang-ancang akan mengratiskan bagi seluruh peserta tes seleksi kompetensi dasar (SKD) yang akan dilaksanakan mulai tanggal 23 September sampai 9 Oktober 2021 mendatang.

Rencana tersebut disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTB, Muhammad Nasir saat dikonfirmasi soal pelaksanaan tes SKD khususnya di Pemprov NTB. “Kita rencanakan juga untuk rapid antigen kita gratiskan bagi para peserta. Tapi ini baru rencana karena sudah kita diskusikan,” ungkap Nasir, Selasa (7/9).

Meski begitu, Nasir menegaskan bahwa besar kemungkinan rencana untuk menggratiskan biaya rapid antigen bagi seluruh peserta yang mengikuti tes SKD  dengan lokasi tes di BKD Provinsi NTB akan digratiskan. “Tapi besar kemungkinan kita akan gratiskan untuk biaya rapid antigen bagi peserta,” sambungnya.

Jumlah peserta yang berhasil lulus seleksi administrasi untuk selanjutnya akan mengikuti tahapan seleksi tes SKD CPNS Pemprov NTB sebanyak 7.843 orang. Terdiri dari formasi tenaga kesehatan dan tenaga teknis. Setiap peserta yang akan ikut tes SKD diwajibkan membawa hasil swab Polymerase Chain Reaction (PCR) atau rapid antigen dengan hasil negatif atau non reaktif sebelum mengikuti seleksi. Untuk hasil swab PCR 2 x 24 jam atau hasil rapid antigen 1 x 24 jam.

Lebih lanjut, Nasir menjelaskan untuk peserta yang ingin mendapatkan layanan pemeriksaan rapid antigen secara gratis persyaratannya cukup mudah. Peserta cukup membawa kartu ujian, KTP dan kartu pedulilindungi. Tapi bagi peserta yang belum mendapatkan vaksin maka cukup membawa kartu ujian dan KTP. “Intinya peserta membawa kartu ujian dan KTP, karena bisa saja mereka belum mendapatkan vaksin,” jelasnya.

Untuk lokasi pemeriksaan rapid antigen secara gratis, sambung Nasir, rencananya akan disiapkan disatu titik saja, yang berada dilokasi tes dikantor BKD Provinsi NTB tidak kemudian pihaknya membuka layanan rapid antigen bagi peserta ditempat lain. Karena kalau ditempat lain tentu peserta dikenakkan biaya. “Kita hanya melayani disatu titik dilokasi tes saja, karena jika banyak kita yang akan repot. Jadi misalnya peserta yang mau tes besok hari ini dilakukan rapid antigen karena belakukan hasil rapid antigen hanya 1 x 24 jam,” katanya.

BACA JUGA :  Percepat Vaksinasi Sektor Industri Jasa Keuangan

Nasir juga menyampaikan untuk jadwal pelaksanaan bagi masing-masing peserta saat ini sudah difinalkan. Hanya saja belum diumumkan karena belum ditandatangani Seketaris Daerah. “Jadi sudah final semua untuk jadwalnya, tapi belum kita  upload karena belum diteken pak Sekda, tapi sudah kelir semua,” ucapnya.

Untuk pelaksanaan tes CPNS di NTB untuk masing-masing kota kabupaten berbeda-beda jadwal pelaksanaan. Meski sebelumnya direncanakan dilakukan serentak. “Pelaksanaan jadwal tes SKD di masing-masing kabupaten kota berbeda-beda tidak sama seperti jadwal sebelumnya. Jadi jadwal sekarang ini berbeda-beda setiap daerah,” ungkapnya.

Nasir merincikan, jadwal pelaksanaan tes SKD dan seleksi Kompetensi PPPK Non Guru Formasi 2021. Khususnya di 10 kabupaten kota se NTB yakni kabupaten Sumbawa jadwal pelaksanaan tes SKD CPNS dimulai pada 23 September-19 Oktober, Kota Mataram dilaksanakan pada 27 September- 7 Oktober.

Kemudian, Kabupaten Dompu dilaksanakan tes SKD CPNS pada 22 September-2 Oktober. Untuk seleksi Kompetensi PPPK Non Guru dilaksanakan pada 3 Oktober. Kota Bima dilaksanakan tes SKD CPNS pada 4 Oktober-6 Oktober, untuk tes seleksi Kompetensi PPPK Non Guru dilaksanakan pada 7 Oktober-8 Oktober. Kebupaten Bima dilaksanakan tes SKD CPNS pada 23 September – 2 Oktober, untuk tes seleksi Kompetensi PPPK Non Guru dilaksanakan pada 3 Oktober. Kabupaten Sumbawa Barat dilaksanakan tes SKD CPNS pada 13 Oktober-17 Oktober, untuk tes seleksi Kompetensi PPPK Non Guru dilaksanakan pada 18 Oktober.

BACA JUGA :  Banyak Randis Pejabat Kota Mataram Pakai Plat Hitam

Selanjutnya, Lombok Barat pelaksanaan tes SKD CPNS pada 2 September-13 September. Lombok Tengah dilaksanakan pada 12 September-21 September, Lombok Utara dilaksanakan tes SKD CPNS pada 8 September-21 September, untuk tes seleksi Kompetensi PPPK Non Guru dilaksanakan pada 18 September-21 September. Dan Lombok Timur dilaksanakan tes SKD CPNS pada 8 September-23 September, untuk tes seleksi Kompetensi PPPK Non Guru dilaksanakan pada 24 September-26 September.

Nasir juga menyebutkan di masing-masing lokasi disiapkan komputer mengingat pelaksanaan seleksi CPNS menggunakan Computer Assisted Test (CAT) secara Mandiri atau Cost Sharing. “Jadi satu kali  sesi pesertanya ada yang 100 orang, 80 orang dan 60 orang sesuai dengan jumlah peserta dimasing-masing lokasi dengan jumlah komputer yang disediakan,” katanya.

Untuk teknis pelaksanaannya, lanjut  Nasir masih tetap seperti semula. Dimana setiap hari dibagi menjadi empat sesi kecuali hari Jumat dilakukan dua sesi. “Tapi Sabtu-Minggu tetap masuk sehingga kita bisa press waktunya. Makanya kita lakukan empat sesi perhari dari 23 September sampai 9 Oktober,” katanya.

Sementara jumlah rekapitulasi pelamar CPNS dan PPPK non Guru baik di Provinsi maupun di kabupaten Kota se NTB yang akan mengikuti tes SKD sebanyak 34. 381 orang. Rinciannya, Pemprov sebanyak 7.843 orang, Kota Mataram 2.334 orang, Lombok Barat 1.893 orang, Lombok Tengah 3.678 orang, Lombok Timur 3.204 orang, Lombok Utara 2.247 orang.

Selanjutnya, Sumbawa Barat 1.435 orang, Sumbawa 3.955 orang, Dompu 3.938 orang, Kabupaten Bima 2.593 orang dan Kota Bima1.261 orang. Sementara jumlah formasi yang tersedia di NTB sebanyak 2.520 formasi. Dengan rincian formasi CPNS 2.120 formasi danPPPK non Guru 400 formasi. (sal)