Pemkot Mataram Terkesan tak Bisa Tangani Konflik Monjok-Taliwang

Konflik Monjok-Taliwang
Ilustrasi Konflik

MATARAM – Bentrok antara warga Monjok dan Karang Taliwang, Kamis dini hari (14/12) kembali terjadi. Ini adalah kejadian kesekian kali. Pemerintah Kota Mataram dikritik karena terkesan tidak bisa menangani konflik dua kampung ini. Cara-cara yang dilakukan Pemkot dianggap konvensional, hanya sekedar memediasi saja. Diperlukan cara yang lebih permanen agar kejadian tidak terus terulang. “ Kita sayangkan, kayak nggak bisa menangani konflik Pemkot ini. Mediasi-mediasi yang dilakukan tidak berpengaruh,” ungkap Ahmad Muhsin, seorang warga Karang Taliwang kepada Radar Lombok kemarin.

Sementara itu atas kejadian ulang ini, Pemerintah Kota Mataram mengimbau warga Monjok dan Karang Taliwang kembali berdamai dengan hati yang dalam.

Dua kelompok warga terlibat saling serang menggunakan senjata tajam.  Pemkot bersama unsure kepolisian dan TNI segera mengambil tindakan dan berusaha memecah konsentrasi massa di masing-masing wilayah.

Kemarin, Pemkot Mataram diwakili Asisten 1 Lalu Martawang menjelaskan, bentrok menyebabkan beberapa warga mengalami luka-luka.” Mamang kemarin malam dua kelompok warga kembali memanas,” kata Martawang saat ditemui usai melaporkan kondisi terakhir kedua kampung ke Wakil Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana kemarin.

BACA JUGA :  Transmart Bikin Jalan Macet Tiap Hari

Dari informasi yang diterima, bentrok dipicu karena adanya bunyi petasan. Dua kelompok warga panas tengah malam. Sebanyak empat orang warga mengalami luka-luka dan harus dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.” Laporannya ada korban luka-luka namun sudah ditangani di rumah sakit,” imbuhnya.

Pemkot katanya, sudah  berusaha membuat kedua kelompok warga berdamai secara permanen. Pemkot juga berusaha mendirikan posko keamanan terpadu. “ Sekarang posko terpadu sedang dalam masa pembangunan,” katanya.

Pembangunan posko terpadu  ini sebagai upaya penanganan jangka pendek. Sementara untuk jangka menengah Pemkot akan mengupayakan adanya  ketersediaan ruang publik di wilayah sehingga warga masyarakat memiliki aktivitas yang positif dan sering bertemu di ruang publik ini. “ Ruang publik ini kaitannya dengan ketersediaan lapangan di dua wilayah ini” ungkapnya.

Untuk penanganan jangka panjang Pemkot Mataram berusaha mengimbangi dari hati masyarakat yang paling dalam agar rasa persaudaraan masyarakat dapat dirajut kembali.”Tidak cukup perdamaian hanya di atas  kertas kalau tidak didasari dengan hati,” imbuhnya.

Substansi perdamaian adalah bersama menjaga komitmen untuk menciptakan keamanan lingkungan, jangan mudah terprovokasi oleh berbagai kejadian yang belum jelas maksud dan tujuannya.” Kami akan mencoba melakukan dengan lebih komprehensif dan kembali ke komitmen awal warga di dua lingkungan bisa berdamai secara permanen,” tegasnya.

BACA JUGA :  Pemkot Mataram Terima Rombongan Tiongkok

Kepala Kesbangpol Kota Mataram H. Rudi Suryawan mengingatkan agar masyarakat jangan mau diadu  domba hanya karena ada  kepentingan segelintir orang. Pihak kepolisian  terus memburu provokator.”Saya sudah bertemu masyarakat mereka ingin berdamai dan mengakhiri semua konflik ini,” tuturnya.

Dari informasi yang diterima, diduga ada provokator yang memiliki  modus dari setiap konflik ini, sampai saat ini provokator  belum bisa ditangkap karena mereka selalu beraksi pada malam hari. Untuk korban yang mengalami luka-luka pihak RSUD Kota Mataram membenarkan informasi tersebut  bahwa ada warga yang dirawat.” Ada yang sedang dirawat di IGD sejak dini hari tadi ,” ungkap pejabat internal RSUD Kota Mataram.

Ia tidak mau berkomentar terlalu panjang. Pihaknya hanya memberikan informasi bahwa benar ada korban luka-luka yang dirujuk dari Puskesmas.(ami)

loading...