Pemkot Mataram Diminta Lebih Tegas

H. Ahsanul Khalik (Faisal Haris/radarlombok)
H. Ahsanul Khalik (Faisal Haris/radarlombok)

MATARAM – Jumlah kasus covid-19 di Kota Mataram setiap hari mengalami peningkatan yang cukup signifikan.  Hingga tanggal 28 April 2020 sudah terkonfirmasi positif mencapai 74 orang. Dengan rincian, sudah sembuh 12 dan masih perawatan 60 orang serta meninggal dua orang. Maka penting untuk perlu menjadi perhatian semua pihak, utamanya masyarakat Kota Mataram secara luas. Kepala  BPBD NTB selaku Koordinator Pusat Pengendalian dan Operasi Gugus Tugas Provinsi NTB, H. Ahsanul Khalik mengajak semua pihak untuk mematuhi imbauan dan surat edaran MUI, pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan Wali Kota Mataram. Bahkan sudah ada keputusan bersama wali kota, ketua DPRD, Kapolres, Dandim, kepala kantor kemenag dan ketua MUI Kota Mataram yang mengatur bagaimana ibadah umat Islam selama puasa. “Jangan sampai kita semua menyesal di kemudian hari karena ketidakdisiplinan kita dalam mengikuti imbauan yang telah dibuat pemerintah maupu surat edaran MUI,”tegasnya.

 Dipertegas kembali, yang dimaksudkan dengan tidak menyesal dikemudian hari adalah kasus positif semakin melonjak di luar kluster yang saat ini. “Saya masih memperhatikan di beberapa lokasi seperti Cakra, Kebon Roek Ampenan dan beberapa lokasi lainnya masyarakat seperti tidak memahami mereka diikuti oleh bahaya Covid-19 yang ada disekitarnya,”jelasnya.

 Khalik kembali mengingatkan masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi Kota Mataram dengan seksama agar lebih banyak di rumah.  Kalau tidak ada kepentingan mendesak di luar lebih baik berdiam di rumah saja. Begitu juga dengan kegiatan peribadatan agar bisa dilakukan di rumah. “Mari kita ibadah di rumah, kita jangan mengikuti perasaan benar yang ada pada diri kita tapi tidak memperhatikan kebenaran yang disampaikan MUI, tokoh agama dan pemerintah bahwa menjaga keselamatan orang banyak itu jauh lebih utama dan itu juga ibadah,”ucapnya.

 Khalik juga mengharapkan Gugus Tugas Kota Mataram agar bisa menggerakkan semua kekuatan untuk menegakkan kesepakatan bersama yang sudah dibuat.  Jika perlu menurunkan relawan seperti Lang-Lang Kota Mataram, Dharma Wisesa dan relawan lainnya yang terkenal sejak lama menjaga Kota Mataram untuk melakukan pengawalan dan pelarangan langsung di jalan -jalan agar kesadaran dan kediplinan masyarakat bisa terwujud dengan baik. “Kerja-kerja medis yang sudah melakukan kontak tracing dengan maksimal saat ini jangan dibiarkan jalan sendiri tanpa perhatian khusus kita juga pada kesadaran masyarakat,”ujarnya.

 Menurutnya, kasus covid-19 di Kota Mataram bukan lagi hal biasa, tapi masyarakat masih bersikap biasa-biasa saja, seharusnya harus lebih ditingkatkan kewaspadaan dengan memperhatikan imbuan yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah. Hal ini juga harus diperhatikan oleh daerah lain, agar kesadaran dan kedisiplinan masyarakat harus ditingkatkan. “Kasus covid-19 untuk Kota Mataram bukan lagi hal biasa, tapi masyarakat masih bersikap biasa-biasa ini adalah masalah besar. Dan tentunya daerah lain juga sama, agar kesadaran dan kedisiplinan masyarakat ini menjadi perhatian kita bersama,”tegasnya. (sal)