Pemkot Kumpulkan Pengusaha dan Pelaku Wisata

MATARAM – Pemerintah Kota Mataram mengumpulkan para pelaku pariwisata di daerah ini berkaitan dengan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) mendatang. Sebagian mereka adalah pengusaha makanan (restoran). Pengusaha makanan khawatirkan tidak sigapnya petugas mengangkut sampah pada saat MTQ nanti.

Kekhawatiran para pengusaha disebabkan oleh pengalaman sering ada keterlambatan pengangkutan sampah oleh petugas dinas terkait.

Keluhan sampah disampaikan oleh salah satu pemilik restoran saat pertemuan berlangsung dengan Wakil Walikota Mataram H. Mohan Roliskana, Plt Sekda H. Efendi Eko Saswito dan Kadisbudpar Kota Mataram H. Abdul Latif Nadjib di ruang Kenari kantor Walikota Mataram kemarin.

Selama pelaksanaan MTQ sekitar 2 minggu, diharapkan petugas bisa mengangkut sampah rumah makan minimal dua kali sehari. Pengusaha memperkirakan pada saat MTQ, kunjungan ke rumah makan akan meningkat. Selama ini pengangkutan sampah hanya dilakukan sekali sehari saat pagi.

Selain sampah, kurangnya fasilitas seperti toilet dan fasilitas lainnya juga disorot.

Menanggapi hal ini, Mohan menyampaikan saat ini kebersihan memang menjadi tugas yang paling serius dikerjakan. Penanganan sampah menjadi prioritas untuk diselesaikan. Pemkot Mataram menyiapkan cara khusus untuk penanganan sampah.”Sudah ada beberapa metode yang kita persiapkan untuk tangani sampah ini,” ungkapnya.

Ia meminta pengusaha rumah makan untuk tidak khawatir soal itu. Karena selama MTQ kerjaan Dinas Kebersihan ditambah.(ami)