Pemkot Jamin Gaji Petugas Kebersihan Aman

Sumber Foto wartakota.tribunnews.com

MATARAM- Meski ada penundaan penerimaan Dana Alokasi Umum (DAU) dari pusat untuk Mataram, Pemkot menjamin tidak akan mempengaruhi gaji para petugas kebersihan dan petugas drainase. Dinas PU dan Dinas Kebersihan menjamin gaji pasukan biru dan pasukan kuning aman meskipun  gaji mereka berasal dari DAU.

Kepala Dinas PU Kota Mataram Mahmudin Tura menyampaikan Wali Kota Mataram sedang berusaha untuk mencarikan jalan keluar. Namun yang jelas ini tidak akan pengaruhi pembayaran gaji para pegawai.” Kalau untuk gaji tidak masalah, upah petugas drainase kita aman,” tegasnya kemarin.

Di Dinas PU ada sekitar 315 orang petugas yang biasa disebut pasukan biru.  Masing-masing mendapat gaji sebesar Rp 1, 2 juta per bulan. Kalau dihitung total maka dalam satu bulan total gaji petugas drainase Rp 300 juta lebih. Kalau dikali empat bulan maka totalnya sekitar Rp 1,5 miliar.” Tapi untuk gaji mereka aman, tidak berani kita sentuh,” terangnya.

Kalau soal proyek yang berpotensi tertunda karena pembiayaannya dari DAU, Mahmudin menjelaskan bahwa potensi tertundanya program karena penundaan DAU juga tidak ada. Karena hampir 100 persen program di PU sudah tercover di APBD 2016.” Kalau proyek sudah tidak ada di proyek di APBD-P,” tegasnya.

Ia menyebutkan kalau  semuanya sudah selesai di APBD murni. Sehingga ia sedikit lega meskipun ada penundaan DAU. Tetapi kalaupun untuk kebijakan ini PU harus dikurangi juga anggarannya. Maka dana yang akan dipotong itu adalah belanja pembayaran gaji para petugas drainase.

Di  tahun ini Dinas PU banyak mengerjakan proyek yang berasal dari DAK berupa perbaikan saluran, jalan lingkungan, paping  blok dan proyek drainase lainnya. Tahun ini DAU yang diterima PU sebanyak Rp 113 miliar. Sementara itu untuk pemotongan anggaran yang sudah resmi sebanyak Rp 20 miliar itu, Dinas PU kena potong sebesar Rp 750 juta. Ini berimplikasi terhadap beberapa program yang ada.

Sementara itu Dinas Kebersihan Kota Mataram juga menjamin gaji petugas kebersihan aman.Dinas Kebersihan sendiri tidak kena pemotongan. Karena dalam pemotongan DAU sebesar 20 miliaran tersebut Dinas Kebersihan sudah dipotong sebesar Rp 3 miliar. " Kita sudah dipangkas Rp 3 miliaran di pemotongan pertama,” terangnya.

Akibat pemotongan itu beberapa rencana program seperti pembelian mobil penyapu sampah senilai Rp 1,5 miliar, pembelian mesin sampah senilai Rp 850 juta dan penambahan anggaran untuk pemurnian asap Osamtu  menjadi terpotong.” Bagaimana kami mau bekerja kalau inovasi dipotong anggarannya,” tegas Dedi Supriadi Kepala Dinas Kebersihan.

Selama ini pihaknya diminta untuk melakukan terobosan dan inovasi dalam penanganan sampah. Tetapi ketika diajukan anggaran untuk program penanganan sampah justru dipotong. Ia menyebutkan soal penundaan DAU  selama 4 bulan ini tidak akan mempengaruhi gaji petugas kebersihan yang jumlahnya sekitar 658 orang.(ami)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid