Pemkab Tetap Ngotot Anggarkan Labuhan Haji

ali BD
Ali BD (GAZALIE/RADAR LOMBOK)

SELONG—Meski sudah sekian kali anggaran pengerukan kolam labuh Pelabuhan Labuhan Haji batal dieksekusi. Namun Pemkab Lotim tetap ngotot menggelontorkan kembali anggaran untuk proyek pengerukan kolam labuh itu di APBD Perubahan mendatang.

Diketahui, setelah proyek ini batal dikeruk pada tahun 2015 lalu. Kemudian tahun 2016 Labuhan Haji kembali dianggarkan oleh Pemkab di APBD Perubahan. Bahkan anggaran di 2016 jauh lebih besar, yaitu mencapai Rp 38 miliar. Targetnya, pengerukan bisa tuntas sebelum akhir tahun. Namun ternyata, apa yang ditargetkan itu juga tidak berjalan mulus.

Pasalnya, pihak kontraktor yang memenangkan tender proyek tersebut tak kunjung melakukan pengerjaan sampai batas kontrak habis Desember 2016 lalu. Meski diberikan perpanjangan waktu 26 hari, toh juga tetap tidak dapat dilakukan pengerjaan.

Kontrak pengerjaan akhirnya putus dengan sendirinya. Uang muka 20 persen yang telah diberikan ke kontraktor pun kemudian ditarik kembali. “APBD kita untuk pelabuhan ini masih ada. Ada Rp 25 miliar untuk pengerukan masih ada,” ungkap Bupati Lotim, Ali BD, Senin kemarin (27/2).

[postingan number=3 tag=”labuhan”]

Kendati tidak disebutkan secara langsung akan dianggarkan kembali di APBD perubahan mendatang. Namun penyataan bupati itu mengisyaratkan jika   pengerukan Labuan Haji tetap akan dilanjutkan kembali, meski pengerjaan  sebelumnya telah gagal. Alasannya, karena untuk Labuan Haji ini anggarannya masih ada di APBD.

Baca Juga :  Muslimat NW Gelar Pawai Adat Nine Bekereng

“Kita sudah punya APBD Rp 25 miliar untuk penambahan dermaga. Karena tidak beres dilakukan olah tukang keruknya. Maka itu kita akan pakai untuk pengerukan,” sebut dia.

Pengerjaan lanjutan Labuhan Haji sudah menjadi tekad Ali BD untuk diselesaikan. Dan itu tetap akan diupayakan untuk dikeruk sebelum berakhir masa jabatanya yang tinggal setahun lagi. Alasannya, jika nantinya kolam labuh sudah dikeruk, maka diyakini Labuan Haji itu akan ramai didatangi oleh kapal. “Banyak kapal akan masuk kalau sudah dikeruk,” yakinnya.

Sebelumnya, akademisi dan tokoh pemuda Lotim, Sahnam berpandangan kalau proyek Labuhan Haji itu bukan pekerjaan asal-asalan. Sebab, pengerjaan dermaga ini telah menghabiskan anggaran daerah dengan nilai yang cukup fantastis.

Seharusnya kelanjutan pengerjaanya bisa diselesaikan sesuai dengan tenggat waktu. Terlebih ini merupakan program Bupati Lotim, Ali BD. Jika nanti Ali BD  telah selesai menjabat, sementara kelanjutan pengerjaan tak kunjung tuntas. Maka dikhawatirkan pemerintahan setelah Ali BD tidak peduli dengan pelabuhan ini.

Jelas itu akan merugikan daerah. Sebab, anggaran besar telah dihabiskan, namun keberadaan Labuan Haji tak memberikan manfaat bagi daerah, karena masalah pengerjaan yang tak kunjung terealisasi.

“Dermaga ini dananya besar. Kemudian juga nanti bagaimana masalah kelanjutannya setelah Ali BD. Karena proyek ini yang faham hanya Ali BD. Biasanya ketika ada pergantian pimpinan, program pemerintahan sebelumnya  kadang tidak dilanjutkan. Nah bagaimana nasib Labuan Haji ini kedepan?” tanya dia.

Baca Juga :  Ratusan Kepsek di Lotim akan Dimutasi

Kondisi yang terjadi di Labuhan Haji saat ini harus menjadi atensi bagi pihak dewan. Mereka harus memberikan pengawasan penuh agar pengerjaan Labuan Haji bisa segera tuntas.

Pasalnya, meski uang daerah dengan jumlah besar dikeluarkan untuk pengerjaan sebelumnya. Tapi nyatanya penghasilan yang didapatkan dari Labuhan Haji masih tidak seberapa. Dalam setahun, PAD yang didapatkan  hanya mencapai ratusan juta rupiah saja. Nilai ini tentu sangat tidak sebanding dengan biaya untuk pembangunan dermaga tersebut.

“Saya minta jangan sampai kekuatan dewan ini kalah dengan eksekutif. Makanya kalau merasa perlu segera bentuk Pansus. Dan dewan juga harus menekan eksekutif bagaimana caranya agar pengerjaan bisa segera diselesaikan. Sehingga dermaga ini manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat, seperti janji Ali BD,” desaknya.

Secara pribadi, dia sangat setuju jika di APBD perubahan mendatang, pengerukan Labuan Haji ini harus dikerjakan. Persoalan yang terjadi sekarang harus bisa dijadikan pengalaman, dan jangan sampai terulang kembali. Yang jelas pengerjaan harus segera diselesaikan.

“Saya setuju kalau dianggarkan kembali untuk menyelesaikan. Tapi jangan sampai asal-asalan lagi. Catatan yang harus diperhatikan, lebih berhati-hati lagi. Terutama ketika proses tender. Dewan harus mengawal mulai dari proses sampai pengerjaan,” tutup dia. (lie)

Komentar Anda