Pemkab Terkendala Perencanaan Anggaran

Ilustrasi Bantuan

GIRI MENANG-Pemkab Lombok Barat (Lobar) melalui Kabag Humas dan Protokoler Setda Lobar H. Saeful Ahkam angkat bicara soal bantuan pengobatan terhadap Inaq Minerah, penderita kanker payudara asal Dusun Gunung Gundil Desa Jembatan Kembar Kecamatan Lembar. Di mana diketahui, Inaq Minerah pernah dirujuk ke RS Sanglah Bali, tetapi tidak bisa berlama-lama di Bali karena kehabisan bekal. Karena Kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan, tidak bisa meng-cover biaya hidup selama di Bali bagi pasien ataupun keluarga.

Menurut Ahkam, untuk bantuan biaya perjalanan menuju Bali dan biaya hidup selama di Bali, tentu tidak bisa diambilkan langsung di APBD, karena belanja APBD sendiri didasarkan atas perencanaan pada tahun sebelumnya. Terkecuali untuk kepesertaan BPJS Kesehatan yang memang di APBD sudah dianggarkan untuk sekian warga kurang mampu.

[postingan number=3 tag=”lobar”]

Oleh karenanya lanjut Ahkam, dalam menyikapi persoalan ini diharapkan peran perseorangan ataupun keterlibatan lembaga yang mengumpulkan dana umat. Seperti misalnya DASI NTB, BAZNAS Lobar. Secara perorangan sendiri, Ahkam mengapresiasi peran serta banyak pihak untuk membantu. Bahkan Ketua TP PKK Lobar pernah datang memberikan bantuan. Tetapi untuk BAZNAS sendiri tentunya diharapkan lebih. Kendatipun BAZNAS sudah memberikan bantuan yang informasinya sekitar Rp 1,5 juta, tentu itu tidak cukup untuk hidup di Bali dalam masa pengobatan. Harus lah dibantu secara tersistem. Jangan setengah-setengah.

Kemudian berkaitan dengan pernyataan Anggota Komisi IV (Kesehatan) DPRD Lobar Hj Nurul Adha yang menyarankan untuk menggunakan dana tidak terduga, tentu tidak semudah itu. Dana tidak terduga itu kaitannya dengan kegawatdaruratan, dan untuk menetapkan status kegawatdaruratan itu tidak gampang. “Saya kira dewan lebih paham bagaimana pola-pola penganggaran seperti itu, kita tidak bisa ambil begitu saja. Harus melalui proses perencanaan,” tandasnya. (zul)