Pemkab Polisikan Warga Demonstrasi yang Rusak Aset Negara

GARIS POLISI: Tampak suasana Kantor Bupati Loteng di bagian Kantor Dinas Budpar Loteng yang dirusak warga, kini telah dipasangkan garis polisi, Kamis kemarin (5/11). (M.HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYA—Aksi perusakan berbagai fasilitas di Kantor Bupati Lombok Tengah (Loteng), yang dilakukan oleh puluhan massa dari Desa Pandan Indah, Kecamatan Praya Barat Daya, dan Desa Bonder, Kecamatan Praya Barat, yang mengatasnamakan diri Aliansi Mahasiswa Pemuda dan Masyarakat (Ampera) NTB, saat demonstrasi sehari sebelumnya, kini berbuntut panjang.

Pasalnya, pihak Pemkab Loteng akan melaporkan aksi peerusakan yang dilakukan oleh massa yang memperjuangkan perbaikan jalan Bonder- Pandan Indah tersebut. Laporan dilakukan oleh Pemkab Loteng ke Polres Lombok Tengah. Karena akibat dari aksi tersebut, membuat berbagai fasilitas di Kantor Bupati Loteng menjadi rusak, dan kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Kepala Dinas PUPR Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya, ketika dikonfrirmasi membenarkan bahwa Pemkab Loteng yang diwakili dirinya telah melaporkan aksi perusakan tersebut. Hal ini dilakukan sebagai pembelajaran agar ke depan ketika masyarakat menyampaikan aspirasinya, tidak melakukan perusakan terhadap fasilitas yang ada.

“Saya memang tidak ingin memperkeruh suasana, tapi memang laporan polisi yang kita lakukan untuk memberikan efek jera, karena kerugian sekitar Rp 10 juta. Kerusakan ada pada pintu ruang kerja saya, walaupun masih bisa dimanfaatkan. Kemudian gerabah dan bak sampah,” ungkap Firman kepada Radar Lombok, Kamis (5/11).

Ditegaskan, laporan langsung dilakukan pihaknya ke kepolisian, agar ke depan tidak terjadi lagi aksi perusakan fasilitas Negara. Dimana untuk perbaikan, secara logika yang bertanggung jawab adalah pelaku perusakan. Disatu sisi juga karena memang tidak ada anggaran untuk perbaikan. Hanya saja karena masih bisa digunakan, maka ini menjadi pertimbangan ke depan.

“Kami tidak bermaksud menghalangi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Tetapi sampaikan sesuai dengan ketentuan dan cara yang benar. Saya pasti dengar kok. Kerusakan pintu memang masih bisa dimanfaatkan, tapi kalau gerabah dan bak sampah ini memang harus diganti, dan ini sebagai pembelajaran kita semua,” terangnya.

Sementara Kapolres Lombok Tengah, AKBP  Esty Setyo Nugroho ketika dikonfirmasi membenarkan adanya laporan dari Pemkab Loteng terkait kasus perusakan tersebut. Pihak kepolisian juga sudah memasang garis polisi di lokasi kejadian, dan sudah mengagendakan pemanggilan terhadap pihak- pihak terkait. “Sudah kita tindaklanjuti,” singkatnya.

Sedangkan Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Kusnandi Uying, ketika dikonfirmasi mengaku pihaknya sudah mengetahui jika aksi yang mereka lakukan itu telah dilaporkan ke Aparat Penegak Hukum (APH). Dia juga mengaku sudah menerima undangan untuk klarifikasi ke Bagian Pidana Umum (Pidum) Polres Lombok Tengah. “Saya bersama Bang Rebe (Selamet Riadi, red) dipanggil besok (hari ini, red), pukul 15.00 Wita ke Pidum,” terangnya.

Hanya saja, pihaknya selaku Korlap, atas peristiwa perusakan fasilitas Negara di Kantor Dinas PUPR kemarin (Rabu, red). Secara pribadi pihaknya mengaku salah atas kelakuan warga yang telah merusak kursi plastik dan guci (gerabah). Hanya saja, pihaknya menegaskan aksi tersebut merupakan spontanitas atas kekecewaan dari warga.

“Aksi tersebut tanpa sadar, namun atas dasar kemarahan dan kekecewaan mereka terhadap keputusan Pemkab Loteng, terkait dengan jalan Bonder-Pandan Indah yang tidak kunjung di hotmix. Sementara berpuluh-puluh tahun lamanya warga menanti. Terlebih lagi tidak ada yang mau menemui aksi kami,” terangnya.

Untuk itu, sebagai bentuk pertanggung jawaban, pihaknya juga siap bertanggung jawab dengan segala konsekuensi. Bahkan nyawa sekalipun dia siap mempertaruhkan, asalkan keinginan masyarakat atau warga bisa terpenuhi. “Saya juga menyampaikan ucapan terimakasih atas atensi dari APH (Polisi, red), yang sangat responsif atas peristiwa perusakan faslitas Negara tersebut, dengan langsung memasang garis police line,” pungkasnya. (met)