Pemkab Lotim Sosialisasi Program “Smart City”

Pemkab Lotim Sosialisasi Program Smart City
SMART CITY: Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Drs H. Ridatul Yasa, dan Kepala Bapeda Lotim, Achmad Dewanto Hadi, ketika sosialisasi program Smart City, Kamis kemarin (13/7). (IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG—Bertempat di Ruang Rapat Utama (Rupatama) I lantai 2 Kantor Bupati Lombok Timur (Lotim), digelar kegiatan sosialisasi pengembangan Teknologi dan Informasi (IT) program Smart City (Kota Pintar, red) di Kabupaten Lombok Timur, Kamis kemarin (13/7) yang dihadiri oleh sejumlah utusan dari Telkom, PLN, akademisi dan lembaga perbankan.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kabupaten Lotim, Drs. H. Ridatul Yasa menjelaskan, bahwa kegiatan Smart City merupakan program untuk menyatukan perspektif tentang penerapan teknologi informasi dalam pengembangan program Smart City. “Kegiatan ini juga akan dilaksanakan bimbingan teknis dalam pembuatan master plan program Smart City, dimana semua lembaga terkait harus ikut mendukung program ini,” sebutnya.

Dengan adanya program Smart City ini, masing-masing lembaga tersebut diminta untuk mengumpulkan permasalahan yang dibuat dalam bentuk rumusan SWOT. Bahkan akan diformulasikan dalam pembahasan FGD (Focus Group Discussion) yang nantinya akan dilaksanakan pada tanggal 18 dan 19 Juli mendatang. “Hasilnya nanti akan dituangkan dalam program jangka panjang yang diikuti dengan perumusan master plan Smart City,” terangnya.

Untuk Kabupaten Lotim sendiri sambungnya, mengikuti program ini dalam rangka memenuhi target dari pemerintah pusat, yaitu program Smart City dalam kapabilitas tahap 1 menuju 100 kabupaten kota se Indonesia menuju pembangunan ekosistem Smart City. Dimana Kabupaten Lombok Timur mendapatkan urutan no 25 dari 100 kabupaten/kota dalam program tahun ini, dan kegiatan akan terus dilaksanakan sampai dengan  terpenuhinya kuota 100 kabupaten/kota.

“Syarat menjadi kabupaten/kota program ini, adalah melakukan pendaftaran. Selanjutnya evaluasi pelaporan, diantaranya administrasi dan teknis. Dan nantinya dalam FGD akan terjadi simulasi dan pemaparan tentang potensi pemerintah kabupaten dalam rangka membangun sarana dan prasarana tekhnologi informasi dan persandian di Kabupaten Lombok Timur,” ujarnya.

Sementara Kepala Bappeda Lotim, Achmad Dewanto Hadi mengatakan Smart City atau kota pintar adalah konsep penataan kota sebagai upaya menjembatani masyarakat dengan pemerintah, seiring percepatan dan keterbukaan informasi. Smart City juga merupakan wujud transparansi dan pertanggung jawaban pemerintah terhadap pengelolaan anggaran melalui berbagai kebijakan.

“Selain itu, Smart City juga menghubungkan berbagai kepentingan dan elemen untuk meminamialisir, bahkan menjdi isu penting pembangun di Negara ini,” jelasnya.

Dikatakan, ada enam konsep Kota Pintar atau Smart City di dunia, yaitu Smart Ekonomi atau Kota yang pintar secara Ekonomi, kemudian juga Smart Mobility atau mobilitas pintar. Selain itu ada juga namanya Smart Environmentar atau lingkungan pintar, dan keempat dinamakan Smart Governance atau pemerintahan pintar. Berikutnya Smart Living atau kehidupan pintar, dan yang terkahir dinamakan Smart People atau warga pintar.

“Dengan demikian, Smart City  juga tidak dapat diterapkan begitu saja tanpa membenahi infrastruktur jaringan, termasuk meningkatkan kapasitas SDM, serta mendorong start up, pengembangan aplikasi yang dapat mendukung penerapan konsep ini,” imbuhnya. (cr-wan)