Pemkab Loteng Optimalkan Embung untuk Atasi Kekeringan

Optimalkan Embung Atasi Kekeringan
MULAI KERING: Lahan pertanian di wilayah Desa Tanak Awu Kecamatan Pujut ini mulai kering. (M HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYA – Pemkab Lombok Tengah mulai mengantisipasi terjadinya kekeringan akibat musim kemarau tahun ini.

Salah satu inisiatif yang dilakukan pemda adalah membagi tugas kepada masing-masing dinas terkait. Seperti Dinas Pertanian melakukan pembangunan 51 unit pekerjaan pembangunan embung baru dan 26 unit pekerjaan rehab embung yang sudah ada. “Di Dinas Pertanian juga melakukan pemetakan untuk lokasi daerah tadah hujan dengan memanfaatkan sumur dangkal yang sudah terbangun selama ini,” ungkap Wabup Lombok Tengah L Pathul Bahri, Senin kemarin (28/8).

Ditambahkan, warga juga dilakukan pembinaan untuk pemeliharaan waduk atau embung yang mengalami pendangkalan. Pemeliharaan tersebut dilakukan dengan melakukan pengerukan tanah  kepada embung. “Kita juga menyalurkan mesin pompa air sebagai sarana pengairan dengan melakukan penyedotan air di sumber-sumber air terdekat,” tambahnya.

Selain itu, pemkab juga siaga untuk penyaluran air bersih melalui PDAM bagi yang membutuhkan. ‘’Ada BPBD dan Dinas Sosial juga yang mendistribusikan air bersih dalam waktu dekat ini,” tandasnya.

Kepala BPBD Lombok Tengah H Muhammad menambahkan, sejauh ini kekeringan yang melanda Lombok Tengah belum termasuk gawat. Sejauh ini hanya ada sebagian wilayah saja yang sudah mengajukan untuk penyaluran air bersih tersebut. ‘’Sudah kita koordinasikan dengan PDAM dan Dinas Sosial juga, besok tanggal satu kita akan droping air ke Praya Timur dan Praya Barat,” sebutnya.

Untuk menyalurkan air bersih tersebut, pihak BPBD sendiri sudah menyiapkan lima armada, namun hanya tiga yang akan beroperasi, sementara duanya lagi sebagai cadangan. “Masyarakat juga sudah menanggulanginya dengan membuat sumur bor, karena kita sudah mengajukan sebelas sumur bor ke pemerintah provinsi,” tambahnya.

Disampaikanya, kekeringan yang melanda Lombok Tengah saat ini tidak separah tahun sebelumnya. Saat ini masyarakat yang meminta suplai air kepada pemerintah untuk kebutuhan sehari-hari juga sangat kurang. “Ada beberapa desa yang sudah meminta dan kita kondisikan melihat suplai kebutuhan air yang ada,” tambahnya.

Hal yang sama disampaikan Kepala Dinas Sosial Lombok Tengah Bq Sri Hastuti Handayani. Dijelaskanya bahwa pihaknya sudah menyiapkan satu armada untuk penyuplaian air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan. “Kita selalu berkoordinasi dengan instansi terkait lainya untuk menyuplai ketersediaan air kepada masyarakat,” katanya. (cr-met)