Pemkab Loteng Dapat Jatah 15 Persen Untung Penjualan Tiket WSBK

(Lalu Pathul Bahri M HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYAEvent MOTUL FIM Superbike World Championship (WSBK) Indonesia 2021 yang akan berlangsung di Pertamina Mandalika International Street Circuit, pada 19-21 November akan membawa dampak besar terhadap peningkatan pendapatan bagi Pemkab Lombok Tengah. Pasalnya dari penjualan tiket WSBK ini, oleh pemkab mendapatkan penghasilan 15 persen.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Lombok Tengah, Jalaludin, sebenarnya dari awal pemkab sudah meminta agar hasil penjualan tiket WSBK tersebut sebanyak 30 persen diserahkan kepada pemkab. Tapi karena berbagai pertimbangan membuat target tersebut diturunkan. “Karena pertimbangan kapasitas penonton yang dikurangi dengan adanya pandemi Covid-19 membuat yang awalnya 30 persen dari pembayaran tiket ini diminta hanya 15 persen. Karena jumlah penonton 25.000 atau setengah dari kapasitas penontong di sirkuit tersebut,” ungkap Jalaludin, kemarin.

Cuma saja, pihaknya tidak bisa menjelaskan secara detail berapa nantinya yang didapatkan pemkab dari penjualan tiket yang 15 persen tersebut. Terlebih penjualan tiket masih berlangsung dan harga tiket juga bervariasi. Namun dipastikan jumlahnya mencapai miliaran rupiah “Jadi nanti kita bisa kalkulasikan kalau sudah jelas berapa yang beli tiket yang harga termurah hingga harga sultan atau yang harga Rp 19 juta itu,” terangnya.

BACA JUGA :  Pengaspalan Ulang Sirkuit Mandalika Ditarget Selesai 10 Maret 2022

Jalal menegaskan bahwa itu hanya untuk tiket saja belum dihitung dari penghasilan lainnya. Disatu sisi memang ada beberapa kewenangan yang bukan menjadi bagian mereka. “Yang jelas dari tiket WSBK kita juga mendapatkan hasil tapi yang awalnya 30 persen namun karena berbagai kendala membuat target tersebut ditawar menjadi 15 persen,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri menegaskan bahwa dengan berlangsungnya event superbike ini. Maka pihaknya optimis pendapatan daerah akan meningkat drastis, karena memang dari hasil penjualan tiket saja oleh pemkab diberikan keuntungan 15 persen dan belum dari sektor lainnya. “Makanya kita juga harus gencarkan untuk hotel dan restoran tapi yang terpenting kita harus berikan izin terhadap hotel dan restoran. Karena jangan sampai kita maunya para pelaku usaha hotel dan restoran membayar pajak tapi kita sendiri dari pemerintah tidak memfasilitasi mereka dengan izin,” terangnya.

BACA JUGA :  Telantarkan CTKI, Tekong Dipolisikan

Kedepan selain mendapatkan keuntungan dari penjualan tiket WSBK ini, masyarakat juga diyakinkan akan mendapat keuntungan yang luar biasa. Terlebih para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) akan disediakan stand untuk mereka memasarkan produk andalan mereka. “Berbagai hal harus kita siapkan dengan matang dan tidak apa-apa kalau balapan kita lihat dari TV tapi dampak dari balapan ini harus bisa kita rasakan,” terangnya. (met)