Pemkab Lombok Utara Kukuhkan Pokja Kampung KB

Pemkab Kukuhkan Pokja Kampung KB
KAMPUNG KB : Asisten I Setda Lombok Utara Nanang Matalata menyampaikan arahan kepada pencanangan dan pengukuhan pokja kampung KB. (HUMAS FOR RADAR LOMBOK )

TANJUNG – Pemkab Lombok Utara mencanangkan sekaligus mengukuhkan kelompok kerja kampung keluarga berencana (KB) di Dusun Empak Mayong Desa Kayangan Kecamatan Kayangan, Kamis (27/7). Pencanangan ini dihadiri Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi NTB H Ma’rifudin, Asisten I Setda Lombok Utara Nanang Matalata, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat Desa (DP2KBPMD) Lombok Utara H Kholidi Halil, camat dan kepala desa se-KLU.

Kepala DP2KBPM KLU H Kholidi Halil menyampaikan, pencanangan kampung KB ini adalah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup di tingkat kampung melalui pembangunan keluarga dan sektor terkait demi terciptanya keluarga kecil yang harmonis dan bahagia. Dijelaskan, pada tanggal 25 juli 2017 di KLU telah dilaksanakan pelayanan KB diseluruh Kecamatan Lombok Utara dengan jumlah 81 akseptor baru.  Kegiatan hari adalahmerupakan wujud dari kesadaran masyarkat akan pentingnya kesejahteraan dalam keluarganya dengan mengatur jarak kelahiran anaknya,” katanya.

Sementara itu, Asisten I Setda Lombok Utara Nanang Matalata mengatakan, kampung KB merupakan salah satu inovasi strategis dalam upaya mewujudkan keluarga sejahtera yang berkualitas, dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, dan untuk masyarakat di tingkat desa/dusun dalam upaya mewujudkan keluarga yang berkualitas, memadukan program KB dengan program pembangunan seperti  pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lain-lain. “Mari kita bersama-sama bahu membahu, bekerjasama dan memberikan dukungan untuk wujudkan kesejahteraan masyarakat melalui kampung KB,” ucapnya dalam sambutan mewakili bupati.

Lebih jauh, partisipasi berbagai instansi dalam kampung KB sangat penting sehingga pelayanan paripurna dapat dirasakan langsung oleh masyarakat menuju kesejahteraan rakyat. Untuk itu, pemerintah daerah berharap dengan terlaksananya kampung-kampung KB di seluruh wilayah KLU akan terwujud keluarga kecil bahagia dan sejahtera. Asisten  juga meminta agar tidak segan-segan untuk selalu mensosialisasi program tersebut.

Pihak DP2KBPMD telah berupaya semaksimal mungkin khususnya dalam pelaksanaan kegiatan pencpaian jumlah akseptor KB di KLU. “Saya melihat pencapaiannya dari total akseptor KB sasaran kali ini baru mencapai 2.737 orang  atau baru sekitar 31,4  persen,   dari perkiraan permintaan masyarakat. Sedangkan untuk pembinaan untuk akseptor KB aktif baru mencapai 31.419 orang atau  84 persen . semoga kedepannya dapat ditingkatkan lagi,” paparnya.

Kepala BKKBN Provinsi NTB  H Ma’rifudin mengatakan, pihaknya berharap setiap kelahiran yang ada di KLU adalah direncanakan. KB artinya pendewasaan dalam perkawinan, sebab usia dibawah 20 tahun remaja belum diap untuk berkeluarga. Oleh karena itu, 30 persen perceraian akibat usia dini atau belum dewasa, dalam hal ini pola fikir yang belum dewasa tentu akan berpengaruh pada kelangsungan rumah tangga, sehingga perceraian itu akan sangat cepat terjadi. “Mari kita berikan arahan kepada anak-anak kita agar bisa lebih mendewasakan usia perkawinannya,” imbuhnya. (flo)