Pemkab Lombok Timur Antisipasi Bencana Kekeringan

Bencana Kekeringan
KEKERINGAN : Pemerintah Kabupaten Lombok Timur melalui BPBD mewaspadai ancaman kekeringan di musim kemarau kali ini. (Ist/RADAR LOMBOK)

SELONG – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur telah menetapkan status siaga kekeringan. Penetapan ini dikeluarkan seiring dengan tibanya musim kemarau. Kekeringan kerap terjadi terutama di wilayah selatan dan utara. “ Karena kekeringan sudah menjadi langganan di Lombok Timur, pada bulan April ini kita sudah siagakan bahaya kekeringan, karena sebulan sebelum kekeringan melanda kita harus siaga,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur, Lalu Rusnan, kemarin.

Ia mengatakan kekeringan yang setiap tahun terjadi tidak hanya menyebar di sejumlah desa di Jerowaru saja, tapi kini terjadi di wilayah Sakra Timur, wilayah Kecamatan Keruak dan beberapa wilayah di utara. Rusnan mengatakan, darurat kekeringan yang melanda Lombok Timur terjadi hingga bulan Desember mendatang. Sehingga BPBD merencanakan beberapa upaya salah satunya dengan cara permanen yakni bekerjasama dengan institusi lain seperti ESDM dan BPPD NTB untuk menangani secara permanen.

“ Secara permanen ini kita membuat sumur bor dengan melaksanakan survei geolistrik. Survei ini pada tahun 2016 sebanyak 16 titik yang fisiknya sudah dikerjakan BPBD provinsi dan ESDM, dan ini sudah kita serah terimakan di beberapa desa,” jelasnya.

Kekeringan terparah biasanya terjadi di wilayah Kecamatan Keruak dan Jerowaru. Sementara untuk lima kecamatan yang tersisa diakuinya sudah ada upaya-upaya lain yang dilakukan seperti Kecamatan Terara sudah pengolahan mata air yang dananya berasal dari APBD.” Kemudian langkah kedua kita melakukan pipanisasi. Yaitu menyalurkan air dari mata air yang sudah ada,”terangnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Toni Sastria Wibowo mengatakan, irigasi dari dam pandanduri menuuju Sakra Timur sejak tahun 2017 segara terwujud. Pembangunan irigasi ini diwujudkan untuk membantu masyarakat wilayah Sakra Timur ini sebagai solusi dan menjawab penderitaan petani yang kerap mengalami kekeringan pada musim kemarau dan musim tanam.

“ Untuk pembangunan irigasi ini saat ini sedang kita lelang, artinya sebentar lagi pembangunan irigasi bisa kita lakukan,” tegasnya.

Ia mengatakan, pembangunan irigasi di Lombok Timur ini  pemerintah mengeluarkan sekitar Rp 40 miliar yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Dimana pembangunan irigasi ini sebagai bentuk pemerataan.(wan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut