Pemkab Dinilai Belum Mampu Kembangkan Wisata

PRAYA—Masyarakat dipinggiran pantai wisata bagian selatan Loteng, menilai kalau Pemkab Loteng hingga kini belum mampu mengembangkan pariwisata di bagian selatan secara utuh.

Hal ini terlihat ketika para pemangku kebijakan, dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Loteng, belum pernah melakukan sosialisasi secara intens, kontinyu, sistematis dan terarah. Sehingga sampai detik ini masyarakat selatan belum mengetahui dampak dari pariwisata kedepannya.

Kritikan itu disampaikan salah seorang pemerhati wisata bagian selatan, sekaligus putra daerah Selong Belanak, Kecamatan Praya Barat Loteng, Lalu Rondan Prayata, S. Kep. Akibatnya, nyaris keindahan dan kekayaan yang dimiliki wisata Loteng, diisi oleh orang-orang luar. Sedangkan masyarakat disekitar hanya pusa sebagai penonton saja.

BACA JUGA :  Edukasi Rupiah, BI Gandeng Pelaku Wisata Gili Trawangan

“Mestinya pemerintah yang lebih mengetahui kelebihan wisata dibagian selatan, turun memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Kami yakin mereka bisa berbuat seperti para pendatang,” ujarnya Kamis kemarin (2/6).

Kendati begitu lanjut Rondan, pihaknya menilai tidak ada kata terlambat untuk melakukan sosialisasi. Dari itu pihaknya mengharapkan ada sosilisasi sadar wisata, yang dilakukan Budpar Loteng, kendati terlambat.

Sebab hal ini sangat penting, guna membentuk dan meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) di sekitar obyek wisata. Sebab, jika ini bisa dilakukan, maka masyarakat akan mengetahui dampak dari pariwisata kedepannya, baik dari segi sosial dan lingkungan.

BACA JUGA :  November, Festival Pesona Gili Indah Digelar

Rondan menambahkan, kendati pihaknya menilai pemerintah lepas tangan terhadap wisata bagian selatan. Bukan berarti meraka tidak pernah sama sekali melakukan sosialisasi. Hanya saja, sosialisasi tersebut belum dilakukan secara utuh. “Saya berani berkomentar, karena keindahan wisata di bagian Selong Belanak, tidak hanya dinikmati oleh orang luar saja,” ujarnya.

Kemajuan Wisata saat ini sudah memberikan dampak positif. Artinya, beberapa masarakat yang dulunya belum tersadarkan, kini suda mampu mandiri. Hanya saja pihaknya mengarapkan ada pembinaan dan sosilisasi kontinyu, sehingga nantinya masyarakat selatan secara utuh bia menikmati. (cr-ap)