Pemiskinan Bandar Mandari Belum Rampung

Kombes Pol Deddy Supriadi (ABDURRASYID EFENDI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Perkara tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang diterapkan terhadap Ni Nyoman Julian Dari alias Mandari dan suaminya I Gede Bayu Pratama, dinyatakan belum lengkap oleh jaksa penuntut umum.

Hal ini dikarenakan jaksa masih meneliti berkas TPPU Mandari yang dikirim penyidik Polda NTB. “Belum, belum dinyatakan lengkap,” ungkap  Direktur Reserse Narkoba (Dir Narkoba) Polda NTB Kombes Pol Deddy Supriadi, Minggu (18/9).

Jumlah kekayaan Mandari yang akan disita ini, tidak dibeberkan Deddy. Dengan alasan perkara pemiskinan ini masih dalam proses. “Itu tidak bisa saya sebutkan, karena masih berproses,” sebutnya.

Sisi lain, tindak pidana pokok Mandari saat ini masih berkutik di meja hijau. Terakhir terdakwa menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Mataram pada 14 September 2022. Agenda sidang yakni pemeriksaan terhadap ahli dari penuntut umum. “Persidangannya juga masih berjalan, belum selesai,” katanya.

Baca Juga :  Mencuri untuk Biayai Anak di Pondok Pesantren

Sebelum perkara ini masuk di ranah persidangan, dulu berkas perkara Mandari tak kunjung dinyatakan lengkap oleh jaksa penuntut umum. Bahkan berkas perkaranya sampai 12 kali bolak balik di penyidik Polda NTB dan jaksa.

Sebagai informasi, Mandari ditangkap berawal dari hasil pengembangan penangkapan pengedar sabu di Abian Tubuh, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram awal Januari 2021. Saat itu diamankan beberapa orang dengan barang bukti sabu 4 gram. Dari beberapa orang yang diamankan didapatlah informasi bahwa barang tersebut milik Sandi. Petugas kemudian menelusuri keberadaan Sandi. Dari hasil penelusuran, Sandi diketahui berada di salah satu hotel di Kuta, Lombok Tengah. Petugas pun langsung meluncur ke sana.

Di lokasi, Sandi ternyata sedang bersama dengan beberapa orang yang diduga terlibat dalam jaringan narkotika. Salah satunya adalah Mandari. Begitu diperiksa, ternyata Mandari merupakan salah satu yang menjadi target kepolisian selama ini. Sebab ia diduga kuat sebagai bandar kelas kakap di wilayah Kota Mataram. Sandi pun diduga dikendalikan oleh Mandari.

Baca Juga :  Ini Hasil Autopsi Lengkap Jenazah Rani Guru TK

Mengetahui hal tersebut, pihak kepolisian yang berada di TKP langsung melakukan penggeledahan. Tiga kamar tempat tujuh orang menginap digeledah. Seluruh barang bawaan mereka turut disita. Dari Mandari, disita dua kunci kendaraan roda empat, empat telepon pintar, dua ATM BCA, selembar uang dolar dan uang tunai Rp 16,4 juta.

Di tangan Mandari, polisi tidak menemukan barang bukti berupa sabu. Kendati tidak menemukan barang bukti sabu, Dit Resnarkoba Polda NTB tetap menahan Mandari. Pasalnya Mandari diduga sebagai bandar kelas kakap. (cr-sid)

Komentar Anda