Pemilih Milenial Selalu Antusias Ikuti Acara Ngopi Bareng Aqi

PEMILIH MILENIAL: Para pemilih pemula atau pemilih milenial selalu antusias ketika mengikuti acara Ngopi Bareng Aqi (H Baihaqi), karena temanya cerdas, dan selalu menyajikan solusi dari permasalahan. (BARU FOR RADAR LOMBOK)

MATARAM—Antusias pemilih pemula dan milenial Kota Mataram mengikuti acara Ngopi Bareng Aqi kian membeludak. Hal ini tidak lepas dari nara sumber yang selalu sukses menguliti tema yang dibahas dengan cerdas.

Tidak cuma menguliti masalah dengan lugas tetapi acara ini pun menyajikan solusi dan jalan keluar masalah. “Jadi kita tidak lempar masalah saja,” kata Penggagas Milenial Talk Desi Kemalasari, kemarin (9/11).

Lantas mengapa Milenial Talk konsisten menampilkan figur Calon Wali Kota Mataram H Baihaqi? “Ya karena hanya beliau yang masuk kategori calon pemimpin milenial dengan usia 38 tahun,” ungkapnya.

Aqi juga dinilai komunikatif dan solutif dalam membahas berbagai tema. Lebih penting lagi pria berlatar belakang arsitek itu punya respon tinggi terhadap gagasan yang ditawarkan kalangan pemuda dan milenial.

Desi mencontohkan saat tim Milenial Talk menantang Aqi bicara tentang perempuan. “Kami sodorkan tema ‘Perempuan di Mata Aqi’, beliau langsung mengiyakan. Ini luar biasa,” tuturnya.

Gagasan para milenial tidak dipandang sebelah mata. Bahkan ketika landasan berpikir kegiatan kuat Aqi disebut langusung menyetujui. “Sayang sekali kalau hanya saya dan beberapa teman yang tahu Bang Aqi ini ternyata sangat peduli pada gagasan milenial,” ungkapnya.

Tak mau tanggung-tanggung Tim Milenial Talk mengundang tokoh sekaligus figur perempuan inspiratif NTB. “Beliau senator NTB Hj Evi Epita Maya, dulu pernah populer dengan disebut ‘DPD Cantik’,” ungkapnya.

Tim Milenial Talk tidak mau menyia-nyiakan kesiapan Baihaqi memaparkan gagasannya tentang perempuan kota. Sehingga harus dicarikan lawan bicara yang dinilai mampu memperkaya diskusi. “Kalau perempuan bahas masalah perempuan saya kira hal biasa, tetapi pria bahas persoalan perempuan itu luar biasa bagi kami,” tegasnya.

Sementara itu, Senator NTB Evi dalam acara Ngopi Bareng Aqi memotivasi perempuan berani tampil. “Kita punya peluang dan kesempatan sama dengan laki-laki,” katanya.

Evi mendorong perempuan berani bergerak di bidang yang diminati. “Silakan mau menjadi seorang wirausaha, pelaku seni, hingga politisi,” tatangnya.

Perempuan muda harus berani berpikir terbuka dan progresif. “Semoga keberanian kita tampil menjadi kesempatan mulia bagi kita mengabdikan diri bagi nusa, bangsa, dan agama,” jelasnya.

Sementara itu, Calon Wali Kota Mataram H Baihaqi mengatakan pemerintah sudah seharusnya mendukung dan memberi ruang aktualisasi perempuan yang luasnya sama dengan pria. “Bagaimana menjadikan ibu kota ini tidak hanya ramah bagi laki-laki tetapi ramah pula bagi pengembangan perempuan,” katanya.

Di daerah-daerah maju dukungan kesetaraan gender oleh pemerintah dibuktikan dengan membangun fasilitas memadai. “Perempuan perkotaan punya mobilisasi dan aktivitas yang lebih tinggi frekwensinya dibanding perempuan di desa,” terangnya. 

Bahkan bisa dikatakan sama dengan pria. “Karena itu seyogyanya pemeritah menyiapkan fasilitas yang memungkinkan perempuan berkegiatan positif dengan rasa nyaman dan aman,” tekannya. 

Kebetulan lagi, menghadirkan Kota Mataram yang Nyaman merupakan visi Pasangan Calon (Paslon) H Baihaqi-Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (BARU). “Nyaman itu tidak hanya diukur saat warga kota berada di dalam rumahnya tetapi saat berada di luar rumah,” tekannya. 

Secara teknis, paslon BARU telah menyiapkan program mewujudkan Mataram ramah bagi perempuan. “Contoh kecil, kita perlu membangun lebih banyak ruang laktasi bagi ibu yang punya bayi,” terangnya.

Jangan sampai ibu kota yang merupakan barometer pembangunan provinsi, ada seorang ibu kesulitan mendapatkan tempat menyusui yang aman bagi balitanya. “Begitu juga kita perlu membuat ibu kota lebih banyak lampu jalannya,” ulasnya. 

Hal ini demi menekan potensi kriminalitas terutama ke kaum perempuan. “Kita juga perlu menyiapkan ruang literasi yang ramah bagi perempuan sehingga para perempuan kota punya kesempatan sama mengembangkan diri seperti laki-laki,” tegasnya.

Bahkan dalam empat gagasan unggulan BARU, semua memberi ruang sebesar-besarnya bagi pengembangan perempuan. “Mataram Waste Management, Mataram Creative Center, Mataram Service Center, dan Mataram Bisnis Center, membuka ruang sebesar-besarnya bagi pengembangan perempuan dan kesetaraan gender itu,” pungkasnya. (zad/adv)