Pemerintah Umumkan Seleksi Penerimaan 1 Juta Guru Jalur P3K

SELEKSI P3K: Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB M Nasir, SH saat mengikuti acara konferensi video yang dilaksanakan Wakil Presiden RI Prof. Dr. KH Makruf Amin secara virtual, Senin (23/11) (ist)

MATARAM–Kabar gembira bagi para guru honorer yang selama ini mengabdikan diridi sekolah negeri maupun swasta.

Pasalnya pemerintah akan memberikan kesempatan para guru honorer ini mengikuti seleksi penerimaan 1 juta guru dengan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Seleksi akan dilakukan tahun 2021 mendatang di seluruh Indonesia secara bertahap. Pengumuman seleksi penerimaan P3K ini disampaikan langsung Wakil Presiden RI Prof Dr KH Makruf Amin melalui konferensi yang digelar secara virtual dari Istana Wakil Presiden Senin (23/11). Bersama Wapres turut hadir Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim dan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang diikuti pemerintah daerah.

Makruf Amin memahami bahwa tugas dan peran guru sangat strategis dalam membangun kualitas sumberdaya manusia Indonesia dengan pekerjaan dan tanggungjawab yang demikian besar, namun tidak sebanding dengan penghargaan atau gaji yang diterima oleh tenaga pendidik ini setiap bulannya. “Namun pengabdian seorang guru di tengah medan dan situasi yang sulit seperti saat ini tidak pernah menurun demi mendarmabaktikan dirinya bagi keberlangsungan generasi Indonesia emas yang akan melanjutkan perjuangan bangsa dan negara ini,”katanya.

Karena itu Wapres mengingatkan bagi guru-guru honorer untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya dalam menghadapi seleksi guru P3K pada 2021 mendatang. Setiap calon guru P3K memiliki kesempatan yang seluas-luasnya untuk bisa mendaftar dan mengikuti ujian sleksi ini dengan baik. “Hanya guru yang memilikki kualitas dan kemampuan secara akademik dalam tahapan mengikuti seleksi nanti yang bisa ditetapkan sebagai guru P3K oleh pemerintah,” jelasnya.

Sementara, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim mengungkapkan, pengalamannya selama turun ke daerah-daerah pelosok sekalipun. Semangat guru dalam proses belajar-mengajar di tengah keterbatasan penghargaan berupa upah atau gaji yang minim, namun motivasi pengabdiannya cukup tinggi. Baginya, banyak guru yang ditemuinya memiliki kapasitas dan kemampuan mengajar yang tidak diragukan lagi, namun belum mendapatkan hak-hak yang layak dari sisi pendapatan dibandingkan dengan guru-guru yang sudah berstatus PNS. “Karena itu kesempatan baik saat ini hendaknya diambil oleh para guru honorer untuk mengikuti tahapan seleksi untuk bisa menjadi guru dengan status P3K dan akan memperoleh pendapatan yang lebih layak untuk merubah nasib guru ke depan yang lebih baik,”ujarnya.

Ditambahkan, Menteri Keuangan RI,  Sri Mulyani memastikan pemerintah pusat sudah menyiapkan anggaran bagi tenaga guru yang lulus melalui rekruitmen guru P3K tahun 2021. Karena bagaimanapun juga dalam situasi apapun termasuk dalam kondisi Covid-19 saat ini, proses belajar-mengajar bagi anak didik harus terus dilakukan dan tidak boleh terhenti. Untuk itu pemerintah menganggarkan melalui APBN 2021 dengan nilai belanja yang cukup signifikan bagi lancarnya proses belajar-mengajar di seluruh institusi pendidikan.

Terpisah Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB M Nasir, SH mewakil Sekretaris Daerah NTB menambahkan, peluang tenaga guru honorer di NTB untuk mengikuti seleksi ini sangat besar untuk bisa lulus sebagai tenaga guru P3K. Karenanya para guru hendaknya mempersiapkan diri dengan baik untuk bisa berkompetensi dengan nilai yang baik agar bisa masuk sebagai tenaga guru P3K.

Lewat kesempatan itu, Nasir, juga mengingatkan kepada para guru honorer yang akan mengikuti seleksi hendaknya percaya diri dengan kemampuan masing-masing dan berusaha menghindari calo atau janji-janji untuk bisa lulus dari oknum-oknum yang kurang
bertanggungjawab. “Proses seleksi yang dilakukan nanti dilakukan secara transparan dan jauh dari prakrek-praktek yang merugikan peserta,”tegasnya. (sal)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Berita sebelumya2 Juta Langkah SALAM yang Menggetarkan Kota Mataram
Berita berikutnyaSoal Aset di Trawangan, Pemprov Berikan SKK ke Kejati