Pemerintah KSB Berlakukan Status Tanggap Darurat Gempa

Pemerintah KSB Berlakukan Status Tanggap Darurat Gempa
BERTAHAN: Warga KSB belum berani kembali masuk rumah. Warga bertahan di tenda darurat. (FARUK/RADAR SUMBAWA)

TALIWANG — Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menetapkan tanggap darurat gempa mulai 20-25 Agustus 2018, pasca KSB ikut terdampak gempa bermagnitudo 6,9 Ahad (19/8) lalu. Status tanggap darurat ditandatangani Bupati KSB H. W. Musyafirin usai melaksanakan rapat darurat di kediamannya, kemarin.

Musyafirin mengatakan, status tanggap darurat tersebut berlaku di seluruh kecamatan se-KSB. Mengingat kerusakan yang cukup serius, bahkan satu orang warga KSB meninggal dunia, puluhan lainnya luka luka dan ratusan rumah maupun fasilitas publik rusak berat.

Status tanggap darurat ini diberlakukan agar penanganan terhadap pengungsi bisa lebih maksimal. Pascatanggap darurat, Bupati memerintahkan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah( BPBD) untuk mendirikan posko tanggap darurat yang dibuka 24 jam setiap hari.

Bupati juga memerintahkan agar semua kerusakan dan dampak yang diakibatkan gempa didata dengan baik. Pemerintah kecamatan dan desa bersama agen PDPGR diharapkan dapat memberikan data yang akurat. Baik itu rumah rusak berat, sedang maupun rusak ringan. “Pemberlakuan status tanggap darurat ini berlaku selama lima hari ke depan,’’ katanya.

Sementara itu, proses pendataan terhadap kerusakan akibat gempa masih terus dilakukan pemerintah. Diperkirakan ada ribuan rumah yang mengalami rusak berat, kerusakan terparah terjadi di Kecamatan Poto Tano dan Seteluk. Dua kecamatan ini menjadi wilayah paling dekat dengan titik gempa 6,9 SR yang berlokasi 8.28 LS, 116.71 BT (30 KM) Timur Laut Lombok Timur.

Selain itu, Kecamatan Taliwang yang merupakan pusat pemerintahan KSB juga mengalami hal serupa. Desa Persiapan Lamunga menjadi lokasi paling parah. Di tempat ini sekitar 90 persen rumah warga di tiga dusun mengalami rusak berat. Banyak bangunan dan rumah penduduk yang rata dengan tanah. “Sampai saat ini kami masih terus melakukan pendataan di semua kecamatan,’’ jelas Kepala Pelaksanana BPBD KSB Lalu Muhammad Azhar saat dihubungi.

Pascatanggap darurat, aktivitas perkantoran sementara ditutup. Namun khusus untuk fasilitas kesehatan tetap buka 24 jam. Pelayanan terhadap pasien pun dilakukan melalui tenda-tenda darurat yang sudah disiapkan pemerintah.

Selain itu, pemerintah juga meliburkan aktivitas di semua jenjang pendidikan. Kebijakan ini diambil karena pemerintah saat ini lebih fokus untuk menangani masyarakat yang saat ini menjadi korban gempa.

Pantauan Rabu (22/8), masyarakat KSB berangsur-angsur kembali memulai aktivitasnya. Namun saat malam hari, mereka memilih untuk tetap bertahan di tenda-tenda darurat. “Kita lebih baik bertahan dulu di tenda yang ada. Kita masih takut adanya gempa susulan,’’ ujar sejumlah warga, kemarin.

Namun warga KSB saat ini tidak saja dihadapkan dengan trauma gempa. Beredarnya isu tentang pencuri yang beraksi pascagempa berhembus kencang membuat warga semakin khawatir. Meskipun sampai saat ini kabar tentang adanya pencurian itu sendiri tidak pernah terbukti. “Masyarakat kami minta tetap tenang. Isu terkait adanya perampok yang beraksi pascagempa itu tidak benar. Jangan percaya sms berantai yang mengatakan saat ini di sejumlah polsek sudah berhasil mengamankan sejumlah pelaku. Karena itu tidak benar,’’ jelas Kapolres KSB AKBP Mustofa melalui pesan singkat yang diteruskan ke sejumlah warga Taliwang, kemarin.

Kapolres berharap masyarakat tidak terpancing dengan isu-isu tersebut. Hal ini akan semakin memperkeruh keadaan. Karenanya, pascagempa yang terjadi kepolisian berharap daerah tetap kondusif. (far)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut