Pemekaran Desa Masih Berlanjut

MATARAM—Dirjen Bina Pemerintahan Desa, Dr Nata Irawan, mempersilahkan daerah untuk melanjutkan pemekaran desa. Kendala mengapa beberapa desa pemekaran belum keluar nomor registrasinya, terbanyak karena faktor peta desa yang belum lengkap.

Pernyataan itu disampaikan Nata, menjawab pertanyaan H Achmad Sukisman Azmy, anggota DPD RI asal NTB, terkait dengan belum keluarnya status 15 desa definitif di Kabupaten Lombok Tengah, yang sudah 3 tahun diuji cobakan.

Dalam keterangan pers yang diterima redaksi radarlombok.co.id, Rabu (29/1/2020), tersendatnya pengeluaran nomor registrasi desa pemekaran, bukan karena merebaknya kasus adanya desa fiktif beberapa waktu lalu.

Menurut Nata, adanya desa fiktif beberapa waktu lalu, memang membuat Menteri Keuangan lebih selektif lagi. Namun dari pihak Kemendagri sendiri mengakui kalau tidak ada desa fiktif ataupun desa siluman. Tetapi yang terjadi adalah perpindahan dari desa ke kelurahan.

Sejak 2015, desa di Indonesia telah menerima dana desa, setelah UU Nomor 6 tahun 2014 disyahkan, yang diprakarsai oleh DPD RI. Hingga saat ini, lebih Rp 330 triliun dana yang telah digelontorkan ke 74.954 desa di Indonesia. Sehingga membuat desa lebih berkembang, meskipun kondisi ekonomi dunia sulit dan cenderung resesi.

Data yang dimiliki Nata, dari 173 desa mandiri di tahun 2014, saat ini telah meningkat menjadi 824 desa. Demikian juga desa maju dari 3.576 desa, menjadi 8.544 desa. Untuk desa berkembang yang semula 22.522 desa, menjadi 38.162 desa, atau naik drastis 50.9 persen. Demikian pula desa tertinggal mengalami penurunan dari 32.256 desa menjadi 20.588 desa, dan desa sangat tertinggal dari 9.059 desa, sekarang tersisa 6.835 desa.

“Beberapa aktifitas yang terselesaikan dengan dana desa, diantaranya jalan desa sepanjang 231.709 km, jembatan 1.327.069 meter, Bumdes 39.236 unit, pasar desa 10.480 unit, irigasi 45.626 unit, dan embung 4.859 unit. Selain itu juga dana desa banyak dimanfaatkan untuk pembuatan tambatan perahu, sarana olah raga, air bersih, MCK, Polindes, Posyandu, sumur, PAUD, drainase, dan lainnya,” singkat Nata.(gt)