Pemdes Montong Gamang Ajak Masyarakat Cegah Penyebaran Covid-19

Desa Montong Gamang
PENYEMPROTAN : Kepala Desa Montong Gamang, HM Amin Abdullah saat melakukan persiapan penyemprotan disinfektan secara masal kesemua dusun di wilayah Desa Montong Gamang.

PRAYA – Upaya siaga antisipasi dan pencegahan penyebaran wabah virus Corona (Covid-19) terus dilakukan Pemerintah Desa (Pemdes) Montong Gamang Kecamatan Kopang Kabupaten Lombok Tengah. Antisipasi yang dilakukan dengan berbagai hal, mulai melakukan sosialisasi, himbuan kepada masyarakat menjaga kebersihan lingkungan, hingga penyemprotan disinfektan secara masal kesemua dusun di wilayah Desa Montong Gamang.

Kepala Desa Montong Gamang HM Amin Abdullah menyampaikan dengan langkah antisipasi yang sudah dilakukan hingga saat ini oleh aparat Desa Montong Gamang tidak lain bermaksud memberikan rasa aman dan perlindungan kepada masyarakat terkait wabah Covid-19.

“Jadi yang kami lakukan dari Pemdes Montong Gamang dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19 dengan memberikan sosialisasi dan himbuan kepada masyarakat untuk senantiasa selalu menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan masing-masing,” ungkap Amin panggilan akrab Kades Montong Gamang dua priode ini kepada radarlombok.co.id, Rabu (1/4).

Disamping memberikan sosialisasi dan himbuan kepada masyarakat, kata Amin yang juga salah satu Kepala Desa di Lombok Tengah yang pernah mendapatkan penghargaan dari Komisi Informasi Provinsi NTB sebagai Desa Inovatif dalam pelayanan informasi publik juga sudah melakukan penyemprotan disinfektan secara masal ditempat-tempat umum, baik musala, masjid, TPQ dan lain-lain.

“Ini kita laksanakan setiap minggu tiga kali sehari, kemudian bagi masyarakat yang sudah keluar rumah kami himbau senatiasa selalu membersihkan badanya dengan sabun,” ujarnya.

Tidak hanya itu, langkah selanjutnya juga dilakukan pemantauan kepada masyarakat yang keluar masuk dari wilayah Montong Gamang, terutama bagi wargayang sudah pulang dari luar daerah maupun dari luar negeri untuk wajib lapor. Hal ini dilakukan sebagai upaya mumutus rantai penyebaran Covid-19.

“Kalau ada warga yang baru pulang dari luar negeri atau luar daerah agar melapor. Ini yang kami tugaskan juga kepada semua kepala dusun untuk melakukan pemantauan di setiap wilayah masing-masing,” tegasnya.

Amin juga mengajak semua masyarakat untuk sementara waktu menghindari keramaian atau perkumpulan-perkumpulan masa, termasuk pelaksanaan salat Jumat ditiadakan di wilayah Montong Gamang sesuai dengan himbuan pemerintah dan Fatwa MUI.

“Kita juga minta masyarakat untuk pelakaanaan shalat Jumaat kemarin untuk diganti dengan salat Dzuhur di rumah masing-masing,” terangnya.

Untuk mendukung kegiatan antisipasi dan pencegahan Covid-19 secara pendanaan, kata Amin, untuk sementara waktu menggunakan anggaran tanggap darurat yang sudah dialokasikan melalui APBDes. Karena secara kebetulan dalam penggaran di APBDes untuk kegiatan pencegahan Covid-19 belum dimasukin. Disebabkan karena penyebaran Covid-19 sesudah penetapan APBDes.

“Untuk saat sekarang ini, sebelum terjadi penyebaran Covid-19 ini, di ABPDes kemarin kita tidak masukin. Kita hanya menganggarkan untuk tanggap darurat sajak. Jadi kegiatan untuk tanggap darurat ini yang kita pakai antisipasi hal-hal terburuk, dalam memutus rantai penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Jumlah dana yang dialokasikan untuk anggaran tanggap darurat, sambung Amin, sama dengan tahun lalu dengan menganggarkan sebesar Rp 5 juta rupiah, tetapi masih jauh dari apa menjadi kebutuhan. Sehingga langkah untuk memenuhi kebutuhan dengan cara melakukan kerja sama dengan pihak ketiga.

“Kalau dari jumlah dana masih sangat jauh, tetapi kemarin kita kerja sama dengan LAZDASI NTB. Alhamdulilah terkumpul dana hampir Rp 20 juta, ini juga bisa kita manfaatkan dalam kegiatan sosial seperti saat ini,” pungkasnya. (sal)

BACA JUGA :  Pedagang Ketakutan, Rapid Test Massal Batal