Pemdes Ekas Gelar Lomba Balap Sampan

BALAP SAMPAN: Meriahkan liburan tahun baru, Pemdes Ekas menggelar olahraga wisata bahari, lomba balap sampan yang diikuti 24 di obyek wisata Pantai Ekas (IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG–Memeriahkan tahun baru 2017, warga pesisir Desa Ekas, Kecamatan Jerowaru, Lombok TImur (Lotim), Senin kemarin (2/1), menggelar lomba balapan sampan.

Ketua Panitia Penyelenggara, Agus menjelaskan, kegiatan balap sampan (perahu motor, red) ini dilaksanakan untuk memeriahkan perayaan tahun baru, sekaligus memperkenalkan Pantai Ekas sebagai salah satu obyek wisata di wilayah selatan Lotim yang mulai banyak dikunjung para wisatawan.

“Ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan untuk memajukan Desa Ekas, sekaligus memperkenalkan potensi pantai wisata yang ada di Kabupaten Lotim, khususnya di bagian selatan,” ungkapnya kepada Radar Lombok, Senin kemarin (2/1).

Disampaikan, kalau bukan masyarakat setempat sendiri yang akan memajukan dan mengembangkan pariwisata diwilayahnya, lantas siapa lagi? Sementara tren yang terjadi, akhir-akhir ini mulai banyak wisatawan yang berkunjung, baik itu wisatawan donestik maupun mancanegara.

“Kegiatan ini memang tidak mendapatkan bantuan anggaran dari pemerintah. Sehingga untuk menyelenggarakan acara ini, masyarakat Ekas sendiri yang mengeluarkan uang secara swadaya untuk membeli hadiahnya,” jelas Agus.

Lomba balap sampan diikuti oleh 24 peserta, berasal dari para nelayan di Kecamatan Jerowaru, seperti dari Desa Batu Nampar, Desa Saung, Desa Ujung, dan Desa Ekas, yang memperebutkan hadiah uang jutaan rupiah, dan mesin sampan. “Awalnya lomba balap sampan ini akan diikuti oleh 34 peserta. Namun karena ada banyak sampan yang tidak sesuai syarat, akhirnya diseleksi sehingga menjadi 24 peserta saja,” jelas Agus.

Lomba balap sampan yang akan berlangsung selama dua hari ini dapat dikatakan cukup berbahaya. Sehingga perahu harus sesuai syarat, dan peserta juga harus ekstra hati-hati. Karena ada kejadian, salah satu peserta (joki) sampan bernama “Iblis Merah” mendapat kecelakaan pada saat memacu sampannya dengan kecepatan yang sangat tinggi. Sampannya terbalik, dan hampir mencelakakan sang joki kalau tidak segera mendapatkan pertolongan. “Seperti kita lihat tadi, Joki sampan sepertinya tidak bisa mengontrol sampannya, sehingga terbalik,” papar Agus.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Jerowaru, Ahmad Rofi’i mengatakan, meski kegiatan berada di laut luas, potensi kecelakaan juga rawan terjadi. Sehingga untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya juga menyiapkan beberapa perawat, termasuk peralatan medis untuk membantu para joki yang mengalami kecelakaan.

“Kita sangat mendukung acara ini, dalam rangka mengembangkan wisata di wilayah selatan Lotim. Makanya saya bawakan perawat dan beberapa alat medis seperi oksigen, P3K, dan beberapa alat pendukungnya lainnya” ujar Ahmad.

Lomba balap sampan yang digelar oleh Pemerintah Desa Ekas ini lanjutnya, merupakan kegiatan kali ketiga. Adanya olahraga wisata ini, jumlah wisatawan lokal maupun asing diharapkan dapat terus meningkat. “Karena kegiatan ini belum banyak diketahui masyarakat (baca wisatawan), pengunjung memang masih sedikit. Namun kedepan kami meyakini pengunjung akan banyak, seiring peningkatan jumlah wisatawan yang datang,” pungkas Ahmad. (cr-wan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid