Pemda Turunkan Petugas dan Armada Kebersihan

ARMADA SAMPAH: Dinas Kebersihan sudah menurunkan armada kebersihan yang beroperasi di Trawangan (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG-Pemkab Lombok Utara akhirnya menurunkan petugas dan armada kebersihan yang bertugas di kawasan wisata Gili Trawangan untuk mengangkut sampah.

Dengan gagasan dari pemerintah daerah diharapkan penanganan sampah di Trawangan bisa teratasi secepatnya. “Benar hari ini kita sudah turunkan mobil di sana itu untuk angkut sampah ke TPA,” terang Plt Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup KLU, I Ketut Masa, Rabu (22/2).

Dikatakan, salah satu dari ribuan jalan keluar untuk mengatasi masalah sampah di sana. Salah satu solusinya menurunkan mobil jenis L300 sebanyak dua unit dan gerobak sampah roda dua sebanyak tiga unit yang dikirim ke Gili Trawangan. “Nanti kendaraan itu akan seterusnya berada di Gili Trawangan ini sepenuhnya berada dalam pengawasan pemda,” jelasnya.

Baca Juga :  Realisasi Kendaraan Sampah belum Bisa Bulan Ini

[postingan number=3 tag=”sampah”]

Untuk mengoperasionalkan kendaraan tersebut, pihaknya juga sudah menerjunkan sebanyak 30 petugas kebersihan untuk sementara waktu. Kedepannya, akan ditaruhkan 10 orang tetap yang bertugas untuk mengangkut sampah. “Sudah ada petugas yang kita terjunkan juga untuk mengoperasionalkan. Dan kami akan tetapkan 10 orang bertugas,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Lombok Utara Tusen Lasima menyatakan, pihaknya sudah turun langsung melihat persoalan sampah Gili Trawangan. Pemerintah daerah memang harus serius menangani sampah di gili. Jika sudah pasti kelompok pengelola sampah terpadu FMPL yang dibangun masyarakat Dusun Gili Trawangan tidak bekerja lagi kedepan. Maka pemerintah daerah harus bertanggung jawab penuh atas pengelolaan sampah yang ada. Sampah di Gili trawangan tidak bisa didiamkan dengan waktu yang lama, namun membutuhkan pengangkutan secara rutin. Karena volume sampah tiap hari di Gili trawangan mencapai 9 ton perhari. “Kalau tidak begitu sampah ini akan menumpuk dan jelas Gili Trawangan akan terkesan kumuh," katanya.

Baca Juga :  Pemda Tak Mau Intervensi Penegakan Hukum

Kaitan dengan tenaga dan armada jika dibutuhkan untuk dilakukan penambahan maka dewan sendiri sangat menyetujui jika memang itu menjadi solusi untuk memecahkan persoalan sampah yang ada. Namun jelasnya harus dengan perencanaan yang matang agar barang yang diinginkan nantinya tidak terkesan mubazir. (flo)

Komentar Anda