Pemda KLU dan Bank Mandiri Sinergi Tangani Sampah Trawangan

TANJUNG-Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) bersama PT Bank Mandiri bersinergi menangani sampah di Gili Trawangan melalui program penanganan sampah osamtu atau olah sampah tuntas menggunakan tungku pembakaran.

Sinergitas ini pun diwujudkan Senin kemarin  (26/9)  dengan peletakan batu pertama lokasi pembangunan tungku osamtu oleh Bupati KLU, Najmul Akhyar, bersama jajaran petinggi PT Bank Mandiri, pimpinan Villa Ombak dan sejumlah pimpinan SKPD terkait di Gili Trawangan.  “Saya harus katakan dan tegaskan bahwa pariwisata sangat dekat dengan kebersihan. Oleh sebab itu, maka pembenahan dalam pengembangan pariwisata di Kabupaten Lombok Utara harus dimulai dari pembenahan dari segi kebersihan,” ujar Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Regional Bali Nusa Tenggara ini.

Menurut Najmul, bagaimana pun konsep kita dalam pengembangan pariwisata dan sebesar apapun upaya dalam melakukan promosi dan penyelenggaran event, tanpa menjaga kebersihan, maka semua tidak akan dapat berjalan baik. “Sebab antara pariwisata dan kebersihan ibarat dua sisi mata uang yang tidak dapat terpisahkan satu dengan lainnya,” terang Ketua PD NW KLU ini.

Kedepan lanjut Najmul, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB, sebab pemprov sedang mengembangkan program NTB bersih, yang akan menyalurkan angaran kepada pemkab. “Dan kita berharap pemkab dalam hal ini SKPD terkait mampu menjemput program tersebut dan memanfaatkannya di KLU, sehingga ke depannya dapat mewujudkan program yang kita idamkan yaitu Lombok Utara yang bersih,” jelasnya.

Peletakan batu pertama tungku osamtu ini sendiri tambah Najmul, merupakan kegiatan yang monumental dan menjadi bukti keseriusan dalam menangani permasalahan sampah yang ada di tiga gili khususnya dan KLU pada Umumnya. “Ucapan terima kasih juga kepada Bank Mandiri dan Villa Ombak dan pihak lainnya atas kerja sama yang dibangun bersama dengan Pemda KLU. Kedepannya kita akan membangun osamtu di pasar-pasar, sekolah-sekolah dan sebagainya, sehingga Lombok Utara menjadi kabupaten yang bersih dan terbebas dari permasalahan sampah,” ungkapnya. 

Sementara itu Vice Presiden PT Bank Mandiri Gunawan, Edy Sasongko mengatakan, total anggaran yang digulirkan untuk mendukung program osamtu di Gili Trawangan adalah Rp 1,26 miliar, termasuk untuk pemasangan lampu di 15 titik di Gili Trawangan. Dana tersebut merupakan tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR. Menurutnya, program ini sudah dipersiapkan sejak Mei 2016. Namun baru dapat direalisasikan saat ini. “Semua ini berkat kerja sama dengan Pemerintah Daerah Lombok Utara dan juga dukungan dari Bapak Zaenal Toyib (Villa Ombak) yang telah menyiapkan sarana dan prasarananya,” terangnya.

Seperti diketahui, lokasi yang dipergunakan untuk osamtu ini adalah lahan pinjam pakai yang diberikan oleh pengusaha Zainal Toyib seluas kurang lebih 30 are yang lokasinya berdekatan dengan lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Gili Trawangan saat ini. (zul)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut