Pemda dan IFSCA Tentukan Kebijakan Recovery Ekonomi Bidang Pertanian

IFSCA
KEBIJAKAN : Bupati Lombok Utara, TGH. Najmul Akhyar (di tengah), Leader Piloct Project, Prof. Ir. M. Taufik Fauzi dipandu Kabid Ekonomi Bappeda, Putu Hery mengadakan rapat penentuan kebijakan pemulihan ekonomi bidang pertanian. (IFSCA KLU FOR RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Pemda Lombok Utara dan tim pengarah program IFSCA mengadakan rapat penentuan pengambilan kebijakan recovery ekonomi (pemulihan ekonomi) bidang pertanian pascagempa Lombok, NTB. Pengambilan kebijakan dalam upaya mempercepat pemulihan petani hortikultura guna membangkitkan kembali ekonomi di Lombok Utara. 

Rapat tim pengarah (reference panel) terlaksana di Hotel Mina Tanjung, Senin (1/10). Dihadiri langsung Bupati Lombok Utara TGH. Najmul Akhyar beserta jajaran SKPD di antaranya Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Dinas Perdagangan Perindustrian (Disperindag).

Dari Tim Pengarah IFSCA dihadiri Project Leader IFSCA, Prof. Ir. M Taufik Fauzi, MSc, Phd, Manajer Program IFSCA, Lukman Taufik dan Tenaga Ahli Program IFSCA. Hadir pula perwakilan anggota kelompok tani binaan IFSCA dan perwakilan pengepul sayur dan buah yang ada di KLU. “Pascagempa, kita sudah melakukan training of tainer (TOT) trauma healing bagi pendamping, PPL, dan tim manajemen IFSCA. Pemulihan psikologis dan motivasi bagi petani, upaya bisa membangkitkan kembali semangatnya,” ujar Taufik Fauzi.

Pihaknya juga sudah memfasilitasi pemenuhan kebutuhan pengairan bagi tanaman agar kegiatan budi daya tidak stagnan. Selain itu, IFSCA telah mengusulkan ke New Zealand untuk recovery economi dalam wujud stimulasi input produksi, pembangunan/rehab grading sheds, pelatihan pemrosesan pascapanen sehingga hasil produk bisa masuk pasar modern. “Stimulan akan segera ditindaklanjuti untuk mendukung petani yang siap melakukan kegiatan budi daya,” katanya.

Untuk itulah, pentingnya diadakan rapat pembentukan kebijakan dengan harapan dalam upaya pemulihan ekonomi tepat sasaran, tepat waktu dan berdaya guna untuk menjawab ikhwal yang menjadi kebutuhan mendesak masyarakat, khusus bagi kelompok tani hortikultura.

Diungkapkan, pendampingan IFSCA yang sudah dilakukana selama ini membuahkan hasil dengan capaian petani hortikultura telah mampu meningkatkan pendapatan sampai dengan angka 61,04 persen 2016 dan 44,64 persen 2017. Lalu, 26 jenis produk sayur dan buah hasil produk hortikultura telah mengisi pasar modern dan 6 hotel di Lombok Utara. Namun, persoalan yang masih terjadi sampai saat ini dalam penjualan produk sangat diperlukan dicarikan solusi.

Sementara itu, Bupati Lombok Utara, TGH. Najmul Akhyar memberikan apresiasi bagi Tim IFSCA atas dukungan bagi kemajuan pengembangan hortikultura di Lombok Utara. Diharapkan pascagempa harus berpikir lebih cepat dan tepat. Jajaran SKPD terkait juga diminta harus bisa membagi diri dalam berpikir komprehensif dan fokus pada sektor masing-masing. Karena dampak gempa membuat masyarakat mengalami beragam kesulitan yang harus ditangani segera dan secara bersama. “Jajaran DKPP harus berpikir segera melakukan recovery untuk bidang pertanian dalam waktu cepat. Rapat kali ini menjadi momentum tepat untuk merumuskan kegiatan pemulihan dan dipastikan ada anggaran dalam APBD Perubahan untuk recovery terarah dengan pertanian,” imbuhnya.

Diharapkan seluruh elemen bisa membangun kembali kelompok tani yang sempat terganggu pascagempa. Untuk itulah, melalui program IFSCA dapat membantu untuk proses pemulihan bidang pertanian secara cepat menuju kemandirian dan harus fokus terhadap penanganan pemulihan tersebut. Pascagempa diyakini akan mampu membuat pikiran-pikiran kreatif dalam meraih mimpi sebelumnya. Perlu dipikirkan segmen pasar yang telah berjalan sebelumnya, harus dipastikan pasar modern hortikultura yang sedang dibangun di Bangsal dapat bermanfaat untuk pemasaran produk sayur dan buah.

Ia juga meminta jajarannya supaya membangun kerja sama dengan pihak ketiga yang memiliki kemampuan cukup dalam mengelola pasar modern untuk percepatan pemulihan dalam aspek pemasaran produk hortikultura. Sudah tentu aspek kualitas menjadi bagian yang tidak boleh dilupakan. “Diskusi seperti ini sangat penting untuk memberikan arahan sehingga proses pemulihan ekonomi segera terlaksana dan dapat berjalan sesuai harapan,” imbuhnya.

Dari hasil diskusi yang dilaksanakan, terdapat beberapa kebijakan dalam pemulihan ekonomi bidang pertanian. Manajer IFSCA Lombok Utara, Lukman Taufik menyebutkan, berdasarkan hasil identifikasi IFSCA, terdapat 15 kelompok tani (poktan) dengan jumlah sekitar 150 orang sudah siap melakukan budi daya hortikultura dari total 28 poktan atau 575 orang yang  ada. Untuk memulai kegiatan itu, petani mengharapkan ketersediaan air dalam bentuk penyediaan tandon/bak penampung, bibit hortikultura, pupuk, alsintan dan alat transportasi untuk pemasaran produk berupa kendaraan roda tiga.

Untuk menjawab keinginan petani, Pemda dan IFSCA telah sepakat pada sektor pengairan dalam wujud rehabilitasi saluran sekunder pada 55 titik (34 bersumber dari Dirjen PSP dan sisanya 21 dari APBD 2019, penyediaan bak penampung air 136 buah (100 buah melalui DKPP dan 36 buah IFSCA), subsidi bibit hortikultura untuk 22 Poktan melalui DKPP. Dukungan Alsintan dan 4 unit Roda 3 akan difasilitasi melalui aspirasi Dewan. Sementara stimulan pupuk, pembangunan / rehab grading sheds, pelatihan pemrosesan pascapanen sehingga hasil produk bisa mengisi pasar modern akan diupayakan melalui program IFSCA. (flo/luk/adv)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut