Pemda Belum Terima Informasi Penghapusan BBM Subsidi

BBM SUBSIDI s: Beberapa masyarakat tengah mengantri pengisian BBM jenis Pertalite di SPBU Pagesangan.(DOK / RADAR LOMBOK)

MATARAM – Subsidi untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium sudah tidak ada lagi diberikan pemerintah. Sedangkan untuk BioSolar masih ada penugasan untuk di distribusikan. Namun untuk ketersedian kedua BBM tersebut masih tersedia.

Rencana penghapusan BBM subsidi jenis RON 88 atau Premium di 2021 ini sempat mencuat di tahun lalu. Sementara itu, sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Mataram sudah tidak menjual BBM jenis Premium dan Solar yang merupakan BBM subsisdi.

“Belum ada informasi ke kita terkait dengan BBM subsidi tidak dijual lagi. Tapi nampaknya kalau Pertamina berbicara seperti itu, ya karena sekarang lagi Covid ini,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi NTB, H Ridwan Syah, Selasa (20/4).

BACA JUGA :  Fatigon Bersama BOTOC Berbagi Takjil

Seperti diketahui, Program Langit Biru yang dijalankan Pertamina ini berupa pemberian harga khusus BBM dengan nilai oktan lebih tinggi, yaitu Pertalite menjadi seharga Premium atau sekitar Rp 6.450 per liter. Hal ini menjadi salah satu upaya perseroan untuk mengedukasi masyarakat agar beralih ke BBM yang lebih ramah lingkungan.

Sebelumnya, Section Head Communication Pertamina MOR V, Ahad Rahed mengatakan, saat ini BBM jenis Premium sudah tidak disubsidi negara. Namun harga jual dan jumlah yang harus disalurkan untuk masing-masing kabupaten/kota masih ada dari pemerintah, sehingga selisih harga tersebut menjadi beban Pertamina. Misalnya distribusi ke pelosok, hal ini sesungguhnya tidak sesuai dengan prinsip tata kelola perusahaan yang sehat.

“Bukan tidak ada BBM jenis Premium dan Solar, hanya saja subsidinya yang sudah tidak ada. Tapi Premium dan Biosolar masih tetap tersedia di SPBU,” ujarnya.

BACA JUGA :  Endang Mundur dari Pelatnas Sea Games

Kendati demikian untuk ketersediaan masih aman dan mencukupi, meskipun sering terjadi antrian panjang dibeberapa SPBU yang masih menyediakan BBM Solar maupun Premium. Hal tersebut bukanlah karena ketersediaan kurang. Antrian panjang belum tentu berarti ketersediaan yang kurang, antrian panjang juga bisa berarti pada saat yang bersamaan terjadi peningkatan kebutuhan di masyarakat.

“Terkait solar, pihak SPBU sendiri memilih untuk tidak menjual solar dikarenakan konsumen solar di SPBU Ampenan, Pajang dan Kekalik. Sehingga di alihkan ke produk lainnya seperti Dex atau Perta series,” tuturnya.

Sementara itu, pihak BPH Migas dimintai keterangan terkait dengan subsidi BBM tidak ada lagi diberikan pemerintah. Pihaknya enggan memberikan komentar dengan kondisi tersebut. (dev)