Pembunuh Ketua BKD Wakan Diringkus Polisi

DITANGKAP: A warga Dusun Montong Lesung Desa Semoyang Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan terhadap Maskur alias Skur Ketua BKD Desa Wakan Rabu lalu (29/4/2020).( Janwari Irwan/Radar Lombok)
DITANGKAP: A warga Dusun Montong Lesung Desa Semoyang Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan terhadap Maskur alias Skur Ketua BKD Desa Wakan Rabu lalu (29/4/2020).( Janwari Irwan/Radar Lombok)

SELONG– Polres Lombok Timur berhasil menangkap pelaku pembunuhan Maskur (48 tahun) ketua Badan Keamanan Desa (BKD) Wakan Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur.

Pelaku  A (65 tahun) warga Dusun Montong Lesung Desa Semoyang Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah diamankan sekitar pukul 15.15 Rabu lalu (29/4/2020). Selain A, polisi juga mengamankan dua orang yakni JR (65 tahun) dan SN (44 tahun) keduanya warga Dusun Montong Lesung Desa Semoyang Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah.   Namun baru A yang ditetapkan menjadi tersangka. Kapolres Lombok Timur AKBP Tunggul Sinatrio mengatakan, selain  mengamankan tiga orang dan menetapkan satu orang tersangka atas nama A ini, pihaknya akan kembali melakukan pemeriksaan terhadap lima orang yang juga ikut melakukan penghadangan pada saat korban meninggal dunia. ” Namun menerut keterangan dari dua orang yang sudah kita amankan bersama A, hanya pelaku A yang melakukan penusukan menggunakan tombak.  Menurut dari pengakuan pelaku ini, korban ditusuk selama tiga kali. Tetapi yang nancap di badannya hanya tusukan terakhir, sementara pertama dan kedua mental,”ujarnya Kamis (30/4/2020).

 Tunggul menjelaskan peristiwa berdarah ini berawal saat korban  mengejar maling ternak milik Amaq Har yang tinggal di dusun Embung Kao Desa Wakan Rabu  dini hari lalu (29/4).Kemudian Amaq Har menelpon korban dan beberapa rekannya dengan maksud meminta pertolongan mengejar pelaku. Korban bersama tiga orang rekannya melakukan pengejaran menuju arah Lombok Tengah. Sesampai di perbatasan Lotim dan Loteng tepatnya di Dusun Tuping, Desa Wakan korban bertemu dengan sekelompok orang yang berada di pinggir sawah dengan membawa tombak, parang dan senter.

 Melihat orang – orang yang berada di tempat   gelap itu,  korban menghampiri para pelaku dengan maksud menanyakan aktivitasnya. Namun para pelaku justru berteriak maling  sehingga terjadi perkelahian yang menyebabkan korban tersungkur bersimbah darah dengan beberapa luka tusukan.

“ Jadi sebelum perkelahian ini, korban sempat memberitahukan kalau dirinya adalah anggota BKD yang sedang mencari pencuri  namun penjelasan dari korban tidak digubris, sehingga terjadi perkelahian,”katanya.

 Dari keterangan pelaku yang sudah diamankan, Tunggul menjelaskan kalau  korban dan pelaku  sama-sama mencari pencuri. Menurut pengakuan pelaku sendiri, mereka tengah mencari pencuri yang mencuri sepeda motor cucunya. Pelaku bersama teman – temannya melakukan pengintaian di wilayah perbatasan yang memang menjadi jalur  biasa pencuri.  ” Sementara terhadap pencuri kerbau Amaq Har ini sampai saat ini masih kita melakukan penyelidikan,”ujarnya.(wan)