Pembunuh Kadus Batu Sati Menyerahkan Diri

Pembunuh Kadus Batu Sati
PEMBUNUHAN: Kapolres Lobar, AKBP Heri Wahyudi, bersama jajarannya ketika menggelar jumpa pers terkait kasus pembunuhan Sahnim, Kadus Batu Sati, Desa Kedaro, Kecamatan Sekotong, Senin kemarin (15/1). (FAHMY/RADAR LOMBOK)

GIRI MENANG — Pelaku pembunuhan Sahnim (50), Kepala Dusun (Kadus) Batu Sati, Desa Kedaro, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), yang mayatnya ditemukan warga di tengah sawah dusun setempat, Jumat malam lalu (11/1), akhirnya terkuak.

Pihak Kepolisian Resor (Polres) Lobar, ketika menggelar jumpa pers, Senin kemarin (14/1), menyatakan, bahwa pelaku pembunuhan Kadus Batu Sati tersebut, adalah M (28), warga dusun setempat. “Pelaku menyerahkan diri kepada pihak kepolisian berapa jam setelah peristiwa berdarah itu terjadi,” kata Kapolres Lobar, AKBP Heri Wahyudi, kemarin.

Disampaikan Kapolres, peristiwa berdarah itu berawal ketika pelaku memergoki ibu kandungnya, sedang berhubungan layaknya suami istri (berzina) dengan korban di tengah sawah. “Pelaku memergoki ibunya dan korban sedang berhubungan badan (berzina) di tengah sawah,” tuturnya.

BACA JUGA: Rekonstruksi Kasus Pemerkosaan Siswi Madrasah, Pelaku Peragakan 32 Adegan

Sebelum memergoki ibunya berzina dengan korban, pelaku pulang ke rumahnya, dan mendapati ibunya sedang menonton TV. Sekitar 10 menit kemudian, pelaku sempat mengambil air minum. Namun sekembalinya dari mengambil air minum, pelaku tidak menemukan ibunya di rumah. “Selesai mengambil air minum, pelaku menemukan ibunya sudah tidak ada, dan hanya TV yang menyala,” ujar Kapolres.

Pelaku yang tidak melihat ibunya dirumah, kemudian meminjam senter di tetangga terdekat, untuk selanjutnya mencari ibunya. Ditengah pencariannya, pelaku mendengar ada suara di sekitar persawahan. Pelaku yang curiga, perlahan mendatangi sumber suara, sampai akhirnya menemukan ibunya dan korban sedang melakukan perbuatan terlarang. “Pelaku sempat menyenter muka korban, dan ibunya kemudian lari,” tuturnya.

Setelah ibu pelaku melarikan diri, sedetik kemudian terjadi perkelahian antara pelaku dan korban dengan tengan kosong. Sempat terjadi kejar-kejaran beberapa kali ditengah sawah, hingga suatu ketika ketika sedang dikejar, korban sempat menabrak pohon hingga terjatuh. Saat itulah pelaku mengambil kesempatan dengan menghajar korban.

Pelaku juga berhasil merebut pisau dari tangan korban, dan menusukkan ditubuh korban. Tidak puas dengan itu, pelaku juga memukulinya dengan batu berkali kali, hingga akhirnya korban meregang nyawanya saat itu juga.

BACA JUGA: Polsek Sekotong Bekuk Dua Pelaku Begal

Hasil visum yang dilakukan Puskesmas Sekotong, terdapat luka di bagian kepala sebelah kiri, bibir atas mengalami sobek, luka sobek di bagian lengan sebelah kiri, yang kebanyakan luka-luka akibat tusukan Sajam. Polisi berupaya agar dilakukan otopsi, namun pihak keluarga korban menolak untuk itu. “Kita berupaya melakukan outopsi, tapi keluarga menolak, dan hanya dilakukan visum luar oleh dokter,” jelasnya.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa pisau, batu dan pakaian korban dan pelaku. “Kini pelaku M sudah mendekam di sel tahanan Polres Lobar. Atas tindakannya menghilangkan nyawa orang, pelaku dikenakan pasal 338, subsider 351 ayat 3 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun. Selain itu juga dikenakan pasal 3 ayat 1 dengan ancaman 7 tahun kurungan penjara,” pungkas Kapolres. (ami)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid