Pembukaan Umrah Belum Pasti

Fachrul Razi (AZWAR ZAMHURI/RADAR LOMBOK )

MATARAM – Arab Saudi telah membuka kembali penerbangan dan pelabuhan yang sebelumnya ditutup akibat pandemi virus corona (Covid-19). Hal itu menjadi angin segar bagi para calon jamaah umroh yang sempat tertunda keberangkatannya.

Menteri Agama RI, Fachrul Razi saat ini berada di Mataram menegaskan, pelaksanaan ibadah umrah belum ada kepastian hingga saat ini. “Kegiatan umrah masih fluktuasi, belum ada keputusan,” terang Menag usai menghadiri acara pembinaan ASN, Rabu (16/9).

Informasi yang diterimanya juga berbeda-beda. Mengingat, belum adanya keputusan resmi dari Pemerintah Arab Saudi. “Katanya ada yang bilang bisa akhir tahun ini mulai umrah, ada yang bilang mulai awal tahun depan.  Kita tunggu saja keputusan Arab Saudi,” ucap Menag.

Apabila ibadah haji dan umrah dibuka kembali, informasinya juga akan ada perubahan signifikan. Semua itu akibat dari pandemi Covid-19 yang melanda dunia. Apabila umrah dibuka, bisa saja pelaksanaannya akan terbatas. Hal itu juga berdasarkan informasi yang diterima Menag sejauh ini. “Dikatakan akan dibuka secara terbatas, kami monitor terus. Belum tahu terbatasnya seperti apa, kita tunggu keputusan Saudi Arabia. Bisa saja jumlahnya diperkecil, atau karantina dulu. Tunggu keputusan,” tutup Menag.

Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali menegaskan hal yang sama. Kegiatan ibadah umrah belum ada pengumuman resmi. “Pernyataan Mendagri Saudi menegaskan bahwa rencana izin pembukaan kembali pelaksanaan umrah akan diumumkan secara bertahap, dan akan diputuskan kemudian berdasarkan perkembangan pandemi,” terangnya.

Pembukaan penerbangan dan pelabuhan saat ini juga dilakukan hanya untuk keperluan tertentu. Misalnya bagi pegawai negeri baik sipil dan militer yang ditugaskan untuk tugas resmi. Selain itu, juga pegawai pada perwakilan diplomatik, konsulat, serta atase Arab Saudi di luar negeri, pegawai lembaga publik, swasta dan mereka yang memiliki kedudukan pekerjaan di perusahaan di luar Arab Saudi. “Arab Saudi juga mengizinkan masuknya warga non-Saudi yang memiliki visa keluar dan masuk kembali, visa kerja, visa izin tinggal, atau visa kunjungan,” terang Endang.

Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) NTB, H Ali Fikri menyampaikan, jamaah umrah asal NTB yang gagal berangkat tahun ini mencapai ribuan orang. Tahun 2019 lalu saja, jumlah jamaah umrah mencapai 4.714 orang. Tahun ini, sudah ada ribuan orang yang dijadwalkan berangkat umrah. Namun semuanya terkendala Covid-19. “Belum ada info makanya kapan umrah dibuka. Nanti kalau ada info yang terbaru dan akurat, saya infokan,” jawab Ali Fikri. (zwr)