Pembangunan Tanggul Jebol Desa Waringin Akan Dilanjutkan

Pembangunan Tanggul Jebol Desa Waringin Akan Dilanjutkan
TANGGUL JEBOL: Tampak tanggul di Desa Waringin yang jebol setelah diterjang banjir beberapa waktu lalu akibat hujan deras yang mengguyur daerah itu. (DOK/RADAR LOMBOK)

SELONG—Pemerintah Desa Waringin, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), berencana melanjutkan kembali pembangunan tanggul yang telah jebol diterjang banjir beberapa waktu lalu. Namun untuk kepastian kelanjutan pembangunannya itu, pemerintah desa setempat terlebih dahulu akan mengusulkan bantuan anggaran, baik itu ke pemerintah pusat maupun ke pemerintah kabupaten.

Diketahui, tanggul yang jebol ini telah dikerjakan dengan anggaran sekitar Rp. 400 juta. Tanggul itu dibangun dihajatkan selain untuk menampung air, juga akan difungsikan sebagai jalan penghubung antara Desa Waringin dan Desa Dames Damai.

Namun belum setahun lebih dibangun, tanggul itu langsung amblas setelah diterjang  luapan air sungai akibat hujan deras. “Soalnya ini jalan penghubung. Jadi perlu pembangunannya dilanjutkan kembali setelah mengalami kerusakan akibat diterjang banjir,” kata Kepala Desa (Kades) Waringin, Asikin, Minggu kemarin (25/2).

Kejelasan dari pembangunan tanggul itu kata dia, pihaknya juga masih menunggu tanggapan dari Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim. Sebab, pihak BPBD telah meminta mereka untuk mengajukan permohonan terkait dengan dana penaggulangan. “BPBD telah meminta kita untuk mengajukan proposal,” sebut dia.

Pembangunan tanggul itu menurutnya, tidak hanya menjadi keinginan pemerintah desa saja. Melainkan ini juga keinginan dari masyarakat. Sebab, keberadaanya sangat dibutuhkan untuk mempermudah akses bagi masyarakat.

Karenanya, mereka pun sangat mengharapkan adanya bantuan dari pusat maupun pemerintah daerah, untuk melanjutkan kembali pembangunannya. Namun jika tidak ada anggaran dari pusat. Mereka pun nantinya akan mencoba bermusyawarah kembali dengan semua pihak terkait di desa, untuk dibangunnya lagi dengan menggunakan anggaran desa.

“Tentu kita akan musyawarah dulu dengan semua lembaga yang ada di desa. Karena segala pembangunan yang kita lakukan, semua tak lepas dari keterlibatan semua pihak yang ada di desa,” jelas dia.

Jebolnya tanggul di Desa Waringin itu sempat dipersoalkan oleh warga setempat. Tak lama setelah kejadian, sejumlah warga sempat mendatangi Polres Lotim untuk melaporkan Pemerintah Desa Waringin.

Laporan dari warga itu terkait berbagai dugaan penyimpangan proyek tanggul itu. Proyek dengan anggaran Rp 400 juta itu diduga dikerjakan secara asal-asalan. Bahkan proses pengerjaanya pun tanpa melalui musyawarah dengan  pihak terkait lainnya yang ada di desa itu. (lie)