Pembangunan Stagnan, Gerung Jadi “Kota Mati”

Pembangunan Stagnan, Gerung Jadi “Kota Mati”
IBUKOTA : Simpang Empat Gerung inilah kondisi pusat bisnis simpang empat Kota Gerung yang dianggap kurang perhatian dari Pemkab Lobar. (Fahmy/Radar Lombok)

GIRI MENANG – Meski Lombok Barat sudah berusia lebih dari setengah abad  (60 tahun), namun wajah pembangunan di ibu kotanya, Gerung, Stagnan. Perkembangan kota jalan di tempat. Banyak yang bilang Gerung sebagai kota mati.

Penilaian ini disampaikan oleh Agus Kamarwan Ketua DPD II Partai Beringin Karya (Berkarya) saat ditemui kemarin di Gerung (3/5). ” Saya orang Gerung asli dan melihat keberadaan Gerung sebagai ibu kota Lombok Barat seperti kota mati,” katanya.

Contoh sederhana kata Agus, Gerung selama ini bisa dikatakan sangat jarang sekali disinggahi oleh para pejabat nasional. Padahal keberadaan daerah ini adalah pusat kota dari Lombok Barat. Sebagai seorang politisi jika dibandingkan Gerung dengan Kota yang lain di Provinsi NTB, Gerung ini sangat jauh tertinggal jika dibandingkan dengan Kota Praya Lombok Tengah dan Kota Selong Lombok Timur. Pembangunan Kota Gerung dianggap stagnan, jalan ditempat. “Lihat saja kondisi pusat bisnis di Kota Gerung dari zaman dulu sampai sekarang ini masih sama tidak ada perubahan. Bisa dilihat sendiri simpang empat Gerung yang menjadi pusat bisnis tidak ada perubahannya dan penataannya,” kata Agus.

Kondisi ini lanjut Agus sudah terjadi sejak dulu sampai sekarang. Kondisinya masih sama. Lombok Barat terutama ibukotanya masih jauh tertinggal.” Gerung ini ibu kota kabupaten, tapi kondisi seperti kota mati tidak diperhatikan oleh Pemda,” ujarnya.

1
2
Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut