Pembangunan RS Internasional Mandalika Baru Mencapai 34 Persen

dr Nurhandini Eka Dewi (Faisal Haris/RadarLombok)

MATARAM–Hingga saat ini realisasi pembangunan Rumah Sakit (RS) Internasional Mandalika baru mencapai 34 persen.

Hal ini diakui Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi. Progres pembangunannya sudah 34 persen itu meliputi bagian struktur pondasi dan lain-lain. ” Jadi itu progres sampai minggu kemarin,”ungkapnya.

Menurutnya, meski baru mencapai 34 persen, target pembangunan tetap sesuai dengan rencana yakni selesai pada pertengahan Desember mendatang. Apalagi progres pembangunan hingga saat ini sudah sesuai terget. ” Ya sudah sesuai terget. Tidak ada defiasi, artinya kontrak selesai di pertengahan Desember itu ada hitungannya per minggu,” jelasnya.

Seperti diketahui, RS tersebut dibangun sebagai penyangka fasilitas kesehatan guna mendukung gelaran internasional balap motor MotoGP 2021 di The Mandalika Street Circuit yang menjadi unggulan pembangunan NTB saat ini. Rumah sakit ini akan dibangun 4 lantai dengan pagu mencapai Rp 45.651.310.000 dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang diberikan pemerintah pusat. Lokasinya di lapangan Mandalika dengan luas lahan 1,7 hektare dan luas bangunan 6.000 m2. Tanda tangan kontrak sendiri dilakukan pada 10 Juli lalu dengan pemenang tender dari PT Damai Indah Utama.

Kendati demikian, agar RS ini benar-benar siap digunakan kata dr Eka, dibutuhkan anggaran tambahan sekitar Rp 2,7 miliar. Apalagi pembangunan RS tersebut, memang melewati beberapa penyesuaian. Diantaranya, kedalaman pondasi yang harus disesuaikan dengan kondisi tanah yang rentan likuifaksi. “Di strukturnya berubah sedikit, karena tanah di Lombok Tengah seperti itu, sehingga ada tambahan dana nanti untuk finishingnya,”terangnya.

Pada bagian lain gedung sambung dr Eka, tidak ada perubahan, baik untuk jumlah kamar maupun ruangannya tetap masih sama. “Tetapi untuk menyelesaikan sampai pakar dan lain-lain yang kita masukkan di proposalnya ke Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) itu totalnya untuk tambahan dana pembangunan sekaligus finishingnya sekitar Rp 17,5 miliar lebih, “ucapnya.

dr Eka juga optimis penyelesaian semua bangunan RS Internasional Mandalika sehingga dapat beroperasi sebelum gelaran MotoGP 2021 dimulai. “Kita optimis lah bisa diselesaikan, meski awal tahun masih kita kerjakan untuk finisingnya tetapi proses pengerjaannnya tidak lama,”katanya.

Untuk pemenuhan alat kesehatan akan diusulkan pada DAK 2021 mendatang.Sedangkan untuk pemenuhan tenaga kesehatan (Nakes) yang nantinya akan mengisi posisi di RS tersebut, pihaknya masih menunggu proses seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Jumlahnya nakes ini masih perlu dihitung lagi. Mengingat rumah sakit yang akan dibangun tersebut tidak terlalu besar. “RS ini kan tidak terlalu besar yakni tipe D. Jadi sekitar 100 orang nakes yang dibutuhkan untuk dokter dan perawat, sama dengan rumah sakit darurat yang sekarang, besarnya juga sama,”tutupnya.