Pembangunan Masjid di Mamben Daya Lombok Timur Ditolak Sejumlah Warga

Tolak: Puluhan warga dan tokoh masyarakat Desa Mamben Daya, Kecamatan Wanasaba melakukan aksi damai menolak pembangunan Masjid As- Sunnah di desa tersebut kemarin. (M. GAZALI/RADAR LOMBOK)

SELONG-Pembangunan Masjid As-Sunnah di Desa Mamben Daya, Kecamatan Wanasaba, Lombok Timur mendapat penolakan warga.

Pembangunan masjid ini dianggap tanpa ada pemberitahuan dan musyawarah dengan tokoh agama dan elemen
masyarakat setempat. Penolakan ini juga ditandai dengan surat pernyataan yang ditandatangani tokoh desa.

Buntut penolakan ini, aktivitas pembangunan masjid yang sedang berjalan untuk sementara dihentikan. Sejumlah warga menggelar aksi menolak pembangunan, Kamis (2/12).

BACA JUGA :  Menegangkan, Evakuasi Jenazah Kakek di Kedalaman 30 Meter di Wanasaba

“Pembangunan masjid tersebut tanpa sepengetahuan masyarakat yang ada di desa Mamben Daya. Atas dasar itulah masyarakat membuat tim penolakan pembangunan masjid tersebut,” kata Koordinator Aksi, Ahmad
As’yarudin, kemarin.

Ahmad mengatakan, paling tidak ada sosialisasi dan musyawarah dengan semua unsur warga. “Karenanya itu kita
mendesak pemerintah desa dan panitia pembangunan untuk menghentikan pembangunan masjid tersebut,” tegasnya.

Kepala Desa Mamben Daya Ridwan mengaku pihaknya sejak awal mengantisipasi agar persoalan ini tidak sampai menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Pihaknya bersama semua unsur terkait sedang berupaya mencarikan penyelesaian yang terbaik.

BACA JUGA :  Menegangkan, Evakuasi Jenazah Kakek di Kedalaman 30 Meter di Wanasaba

“Kita sudah mempertemukan kedua pihak. Terutama membuat kesepakatan yang harus dijalankan selama tujuh hari. Dan kita selaku pemerintah desa siap menjalankan tugas sesuai dengan
tupoksi. Dan yang paling kita tidak ingin terjadi konflik di masyarakat,” tutup Ridwan. (lie)