Pembangunan Kantor Satpol PP Mulai Proses Lelang

Sri Diana Kusmawati (GAZALIE/RADAR LOMBOK)

SELONG—Sejumlah proyek tahun ini sudah mulai diusulkan untuk dilelang. Salah satunya pembangunan Kantor Sat Pol PP Lotim. Pembangunan Satpol PP ini sendiri ditangani langsung Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lotim.

Pengusulan lelang itu sendiri telah diserahkan ke bagian Adminstrasi Pembangunan (Adpem), bersama dua paket proyek lainnya yang ada di beberapa SKPD. Anggaran untuk pembangunan kantor Satpol PP  yang digelontorkan Pemkab Lotim mencapai Rp. 6,184 miliar lebih.

“Sampai saat ini yang sudah masuk permintaan lelang ada sekitar tiga. Yang satu sudah masuk kontrak, yaitu pengadaan semen dibagian Kesra. Kemudian tahapan untuk pengerjaan pasar Pancor dan proses lelang paket pembangunan kantor Sat Pol PP,” ungkap Kasubag Pengadaan Barang dan Jasa, Adpem Sri Diana Kusmawati, Selasa (7/3).

Untuk Proses  lelang pembangunan kantor Satpol PP, saat ini tahapan masih dalam proses  perencanaan. Dimana progress sendiri,  tim Pokja   ULP saat ini   sedang melakukan evaluasi penawaran.

Dari sejumlah paket proyek yang telah diusulkan proses lelang katanya, belum satu pun ada yang masuk ke tahap pengerjaan fisik. Sebab, sebagian besar proses yang sedang berjalan masih di tahapan perencanan. Dan diupayakan tahapan perencanaan ini bisa tuntas pada bulan Maret ini. “Sehingga di bulan April pelaksanaan fisik sudah bisa diajukan ke bagian Administrasi Pembangunan dan Bagian Pengadaan Barang dan Jasa,” sebutnya.

[postingan number=3 tag=”lotim”]

Jika dibandingkan dengan sebelumnya, tahun ini kata dia progress penyelesaian paket proyek yang diusulkan lelang progressnya cukup baik. Sebab,  perencanaannya tiga paket proyek dengan anggaran yang cukup besar itu, sebagian sudah hampir rampung.

“Seperti Perindag untuk pembangunan Pasar Selong , dan Dinas PU paket pembangunan kantor Satpol PP yang saat ini sedang mauk tahap evaluasi,” lanjut dia.

Selain tiga paket proyek itu, pihaknya telah menerima surat permintaan lelang paket proyek pembangunan objek wisata Labuan Haji dengan aggaran fisik senilai Rp. 9, 550 miliar. Kemudian  juga disusul dua paket proyek di Dinas Kesehatan. Untuk dua paket proyek di Dikes ini, kemungkinan akan mulai di launcing pada Senin mendatang.

“Jadi rata-rata hampir semua pelaksanaan untuk konsultan perencaan kegiatan konstruksi sudah muali terlaksana,” terang dia.

Pihak pun terus berupaya untuk menggenjot SKPD untuk mempercepat pengajuan proses lelang dengan tujuan untuk mempercepat serapan anggaran. Baik itu dengn cara bersurat ataupun mendatangi langsung SKPD tersebut. Sebab saat ini masih cukup paket paket proyek yang ada di beberapa SKPD belum diusulkan untuk proses lelang perencanaan.

“Kami ingin akhir Nopember 2017, semua paket kegiatan yang tertuang di APBD bisa selsai,” tutup dia. (lie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid