Pemanfaatan Potensi Laut Lombok Utara Belum Maksimal

lombok utara
POTENSI : Kelompok nelayan Jambi Anom membuat keramba apung untuk budi daya ikan laut. (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Pemanfataan potensi laut Kabupaten Lombok Utara (KLU) belum maksimal. Hal inipun diakui Sekretaris Dinas Perhubungan Kelautan dan Perikanan (Dishublutkan) KLU, Syamsul Rizal.

Menurutnya, potensi laut di KLU sudah diambil alih kewenanganya oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB sejak tahun lalu. KLU hanya bisa bergerak pada kawasan pesisir lautnya.

Diungkapkan, sebelum menjadi kewenangan Pemprov, pihaknya sudah banyak memprogramkan sektor kelautan dengan membudidayakan ikan laut melibatkan kelompok masyarakat pesisir. Bahkan, sejak 2010 tidak sedikit menggelontorkan anggaran pengembangan budi daya laut seperti kerapu tikus, abalon, bawal bintang dan tiram mutiara.

Namun diakui pula, pengembangan sektor pesisir termasuk budi daya ikan laut belum maksimal akibat produksi yang terbatas. Penjualan pun sebatas pasar lokal saja. Rizal berharap pemprov lebih memperhatikan kelompok masyarakat nelayan.

Minimal kelompok budi daya yang sudah mendapatkan bantuan. Selain itu pemprov diharapkan menyediakan lokasi rumpon untuk tempat berkembangnya ikan.

Diungkapkan, nelayan belum fokus dan maksimal menggarap potensi laut dan kawasan pesisir, sebab selama ini masih menganggap sebagai kerja sampingan. Padahal, potensi itu sangat luar biasa melimpah jika dikelola maksimal. (flo)