Pemadaman Listrik Tanpa Pemberitahuan Dikeluhkan

MATARAM—Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah di Kota Mataram, Senin malam (2/9/2019), dikeluhkan oleh masayarakat, lantaran tidak ada pemberitahuan sebelumnya dari pihak PLN.

Informasi yang di himpun radarlombok.co.id di sejumlah lokasi di Kota Mataram, seperti di Perumahan Kodya Asri, Kelurahan Jempong, Kota Mataram, terjadi pemadaman listrik sejak magrib. “Kita sangat terganggu atas pemadaman ini. Apalagi kurangnya sosialisasi dari PLN,” ungkap Irwan, salah satu warga.

Dengan adanya kebijakan ini, pihaknya merasa dirugikan. Apa lagi belum ada pemberitahuan sejak awal. “Mengganggu aktivitas warga, termasuk anak-anak yang mau belajar. Pemadaman dimulai sejak magrib, hingga beberapa jam,” keluhnya.

“Kita juga merasakan dampak dari pemadaman ini. Apa lagi tidak ada informasi pemadaman listrik yang diterima warga,” keluh Asnaini, warga lainnya seraya berharap, kalaupun terjadi pemadaman karena berbagai sebab, setidaknya PLN mengimbangi dengan memberikan informasi kepada masyarakat, sehingga bisa bersiap.

Terkait keluhan warga itu, ketika dikonfirmasi, pihak PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) NTB, mengakui atas pemadaman listrik di sejumlah Kota Mataram, dan salah satunya di perumaham Kodya Asri Jempong Mataram, pada Senin malam.

Manager Komunikasi PLN Unit Induk Wilayah NTB, Taufiq Dwi Nurcahyo, menyampaikan terjadinya pemadaman listrik di sejumlah lokasi itu karena ada gangguan yang terjadi pada pembangkit listrik di PLTU Jerangjang.

“Kami menyampaikan permohon maaf atas kejadian pemadaman. Itu emang ada masalah gangguan dari sisi pembangkit, sehingga terpaksa ada beberapa lokasi yang kita padamkan. Karena daya mampu tidak bisa mengkaper seluruh beban,” ungkapnya saat ditemui radarlombok.co.id, Selasa (3/9/2019).

Disampaikan Taufik, dilakukannya pemadaman listrik tanpa informasi terlebih dahulu kepada masyarakat. Karena gangguan pembangkit yang terjadi juga bersifat mendadak. “Kita biasanya tetap memberikan pemberitahuan informasi kepada masayarakat. Namun karena ini bersifat mendadak dan tidak direncanakan, makanya terjadi pemadaman. Tetapi kalau ada pemeliharaan (sehingga terpaksa dipadamkan), kita tetap menyampaikan terlebih dahulu dengan membuat pengumuman,” ujarnya.

Meski tidak berani memastikan kalau tidak akan terjadi pemadaman listrik untuk kedepannya. Namun pihaknya mengaku telah memperbaiki pembangkit yang mengalami gangguan tersebut. “Alhamdulillah, hari ini (Selasa, red) kita sudah mulai mengoperasikan satu PLTU Lagi. Meski sebenarnya ini sudah pas-pasan, agar tidak terjadi pemadaman. Namun semua kembali tergantung pola operasi beban pelanggannya,” terang Taufik.

Karena tidak menutup kemungkinan, lanjutnya, jika banyak yang menyalakan AC atau kulkas dan lainnya, sehingga bisa melebihi beban tertinggi pemakaian rata-rata, Maka pola konsumsi listrik seperti ini bisa memicu terjadinya pemadaman listrik di beberapa lokasi. “Namun kalau dalam posisi normal, dengan kondisi saat ini yang rata-rata pas. Maka tidak terjadi pemadaman,” ungkapnya. (sal)