Pelepasan Anak Penyu Libatkan Pelajar dan Mahasiswa

Pelepasan Anak Penyu
PENYU : Puluhan anak pelajar bersama pihak BKSDA dan Balai Karantina Ikan saat melepas ratusan tukik di Pantai Kuranji Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat, (27/8) kemarin. (Fahmy/Radar Lombok)

GIRI MENANG-Ratusan ekor tukik (anak penyu) dilepas di kawasan Pantai Kuranji Desa Kuranji Dalang Kecamatan Labuapi, Selasa (27/8). Pelepasan anak Penyu dilakukan oleh Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Provinsi NTB bersama Balai Karantina Ikan dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB. Ada sekitar 500 tukik (anak penyu) dan ikan kakap dilepas melibatkan puluhan siswa SD, SMP, SMA dan mahasiswa. Anak penyu yang dilepas ke laut ini adalah hasil budidaya panangkaran penyu  yang ada Desa Kuranji. “ Ini hasil penetasan oleh kelompok penangkaran Penyu,” ungkap Dr. Ir. Rina, Kepala Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Provinsi NTB.

Tidak hanya melepas tukik, BKSDA juga menyiapkan kembali (Restoking) sekitar 10 ribuan benih kakap putih hasil budidaya ikan di Sekotong. Penyu-penyu yang dilepas ini adalah salah satu dari tujuh jenis Penyu yang memiliki keunikan dan kekhasan sendiri di dunia.” Tujuh jenis Penyu yang ada di dunia, enam jenis tersebut ada di Indonesia, salah satunya yang kita lepas hari ini,” ujarnya.

Menurutnya Pantai Kuranji adalah pantai yang sangat banyak dikunjungi oleh penyu-penyu yang berasal dari berbagai wilayah, para penyu datang ke pantai ini untuk bertelur sehingga warga masyarakat dengan mudah menemukan telur Penyu. Oleh karena itulah para penggiat penangkaran Penyu di Desa Kuranji juga banyak menemukan telur Penyu yang kemudian dikumpulkan dibawa ke panangkaran untuk ditetaskan.”Pantai Kuranji ini lokasi yang paling nyaman bagi para Penyu untuk bertelur,” ungkapnya.

Kebiasaan menjaga dan menyelamatkan telur Penyu akan ditularkan kepada generasi muda, terbukti saat pelepasan Penyu, BKSDA mengajak para pelajar untuk ikut melepaskan ratusan Penyu ke habitatnya.”Kita mendorong agar para anak muda, para pelajar dan mahasiswa terus berusaha menjaga kelestarian kehidupan Penyu,” ajaknya.

Karena kalau telur Penyu yang mereka temukan, dikonsumsi atau dijual, ini akan bisa mempengaruhi kelangsungan populasi  hidup penyu-penyu yang saat ini masih ada. Padahal diketahui perkembanganbiakan penyu sangat lambat, kalaupun masa hidupnya bisa sampai ratusan tahun, namun jika tidak bisa dijaga dengan baik, lama-kelamaan populasi penyu akan musnah.”Dengan melepaskan penyu-penyu kembali ke laut, ini sudah menunjukkan keikutsertaan kita dalam menyelamatkan penyu-penyu yang ada di dunia,” imbuhnya.

Untuk diketahui pantai Kuranji sudah ditetapkan sebagai Kawasan Khusus konservasi Penyu di wilayah Kabupaten Lombok Barat sejak tahun 2017 lalu oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Sampai saat ini warga Desa Kuranji tetap komit dan konsisten menjaga kelangsungan hidup ratusan Penyu yang ada di penangkaran di bawah pembinaan Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Provinsi NTB.”Penyu-penyu yang ada di penangkaran ini selain didatangkan langsung oleh BKSDA, penyu-penyu tersebut juga merupakan hasil dari kesadaran warga masyarakat yang tidak lagi menjual telur penyu yang mereka dapatkan di pinggir pantai,” tegasnya.(ami)