Pelebaran Jalan Negara, Pedagang di Tanjung Mulai Bongkar Toko

BONGKAR: Masyarakat yang lahannya terdampak pelebaran jalan di Tanjung mulai membongkar bangunannya, Jumat (14/10). (DERY HARJAN/RADAR LOMBOK)

TANJUNG — Pelebaran jalan negara sepanjang 41,7 kilometer (km) dari Jembatan Sokong, Kecamatan Tanjung, hingga Kecamatan Bayan bakal segera dikerjakan.

Pembebasan lahan sepanjang jalan tersebut juga terus dilakukan. Sebagian sudah tuntas. Yaitu lahan sepanjang jalan dari Jembatan Sokong hingga Tanak Song.

Kemudian pada akhir tahun ini dilanjutkan pembebasan lahan dari depan Bank NTB Syariah Tanjung sampai depan Polsek Tanjung. Dana yang disiapkan sekitar Rp7 miliar, yang bersumber dari APBD Perubahan. Adapun sisanya akan dianggarkan di APBD 2023 sekitar Rp20 miliar.

Untuk pelebaran jalan negara dari Jembatan Sokong-Tanak Song, akan mulai dikerjakan akhir tahun ini. Untuk itu, pedagang yang sudah dibebaskan lahannya, mulai membongkar bangunan toko.

“Kami sudah memberikan surat imbauan kepada masyarakat untuk membongkar sendiri bangunannya, Sebab, kalau tidak pemerintah nanti yang membongkar,” kata Kepala Dinas PUPR KLU, Kahar Rizal, Jumat (14/10).

Baca Juga :  Penarikan Retribusi Masuk Gili Amburadul

Terkait apakah ada batas waktu untuk pembongkaran tersebut, Kahar mengaku belum menentukan batasnya sampai kapan. Tetapi karena Balai Jalan Nasional Kementerian PUPR sudah siap-siap untuk mengerjakan jalan tersebut, maka masyarakat diminta segera membongkar bangunan. “Barang kali ada material bangunan yang dianggap masih berguna silakan saja diambil,” ungkapnya.

Khawatirnya jika tiba-tiba ada perintah pembongkaran, masyarakat kelabakan untuk memilih dan memilah mana yang sekiranya material bangunan yang perlu diambil. “Mumpung masih ada waktu, silakan disegerakan,” pintanya.

Terkait kepastian waktu pengerjaan pelebaran jalan ini, belum ada jadwal detail. Namun yang pasti akhir tahun ini untuk masa pengerjaan 2022-2023. Untuk itu pihaknya fokus menyiapkan lahan. “Dua tahun masa pengerjaannya. Untuk itu mungkin di bulan-bulan Oktober-November ini mulai. Sedang dalam proses persiapan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Tolak Pemeriksaan di Bangsal, Bupati : Wisatawan dari Bali Langsung ke Gili

Sementara Kasat Pol PP KLU, Haris Nurdin mengaku bahwa pihaknya sudah siap melakukan pembongkaran di lahan yang sudah dibebaskan jika memang dibutuhkan. Namun sejauh ini belum ada komunikasi dari OPD terkait mengenai pembongkaran bangunan.

Sedangkan Mustajab, salah satu masyarakat yang lahannya terdampak pelebaran jalan mengaku membongkar sendiri bangunannya, agar bisa menyelamatkan material yang bisa dipakai.

“Ini kan masih ada material bangunan yang bisa dimanfaatkan, makanya itu kita ambil dulu. Lumayan kan daripada nanti dibongkar pakai alat berat tidak ada yang bisa diselamatkan,” ujarnya. (der)

Komentar Anda