Pelayanan RSUD Selong Dikeluhkan

RSUD-selong
ANTRIAN: Sejumlah masyarakat yang sedang mengantri di RSUD dr Soedjono Selong, untuk mendapatkan layanan obat, Senin kemarin (15/10). (JANWARI IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG — Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soedjono Selong mendapat keluhan dari sejumlah masyarakat. Pasalnya, selain pelayanan masih kurang maksimal, juga masih minimnya fasilitas pendukung seperti kursi bagi pasien yang sedang menunggu antrian.

Salah satu masyarakat, Rohani asal Aik Mel mengaku kesal dengan pelayanan yang diberikan oleh petugas loket. Karena setelah berkasnya masuk kedalam loket, dia harus menunggu lama, untuk kemudian kembali lagi ke laboratorium atau Poli yang dituju.

Untuk itu pihaknya berharap ada solusi yang diberikan, agar pelayanan di RSUD lebih nyaman, dan masyarakat bisa dilayani dengan cepat. “Seharunya ada solusi. Petugas penginput data pasien yang masuk ditambah. Masak pasien harus berdiri berjam-jam menunggu giliran,” kritiknya Senin kemarin (15/10).

Disampaikan, kejadian seperti dia alami itu hampir terjadi setiap hari di RSUD Selong, Namun belum ada solusi yang diberikan oleh pihak rumah sakit terkait penumpukan jumlah antrian yang mencapai ratusan orang dalam sehari. ”Banyaknya antrian ini sebenarnya terjadi di loket yang memakan waktu lama dalam melayani masyarakat,” kesalnya.

Menanggapi itu, Direktur RSUD Selong, dr Karsito mengatakan bahwa menunggu di rumah sakit pemerintah adalah keniscayaan. Demikian pula dalam hal fasilitas penunjang dan pelayanan untuk mendapatkan obat-obatan, termasuk kepada para pasien BPJS. “Pasiennya banyak. Makin lama makin bertambah jumlah kunjungan. Tapi Kami sudah berupaya keras untuk memberikan pelayanan yang baik,” katanya.

Dikatakan, demi kenyamanan pasien, ada sistem antrian yang adil, dan bisa dilihat bersama-sama. Bahkan ada monitor terus-menerus dalam upaya memperbaiki waktu tunggu. Selain itu, sekarang juga sudah siap unduh aplikasi sistem pendaftaran online via android, namun inipun di komplain oleh pasien yang tidak terbiasa dengan layanan digital. “Secara keseluruhan pasien-pasien tidak menunggu sampai jam 4 hingga jam 5 sore seperti dulu lagi. Semuanya sudah berubah,” akunya.

Terkait jumlah petugas yang melayani di loket? Pihaknya juga telah memiliki program andalan, SIMRS, sebuah sistem berbasis teknologi informasi, dan ini sudah dimulai. “Jadi untuk order obat akan dilakukan di masing-masing poli, yang secara otomatis akan masuk ke IFRS. Saat ini sedang dioptimalkan sistemnya, dan ini membutuhkan penambahan petugas,” singkatnya. (wan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut