Pelayanan Kesehatan di Ruko Jadi Sorotan

Pelayanan Kesehatan di Ruko Jadi Sorotan
LIHAT PELAYANAN : Anggota Komisi IV DPRD Lombok Barat saat melihat fasilitas dan pelayanan di Rumah Sakit Awet Muda Narmada kemarin.( Fahmy/Radar Lombok)

GIRI MENANG– Sejumlah Puskesmas yang ada di Kabupaten Lombok Barat masih memberikan pelayanan kesehatan di bangunan rumah toko (Ruko) karena bangunan Puskesmas masih belum rampung. Saat ini masih ada ada sekitar 6 Puskesmas yang belum selesai dibangun, dan diberikan masa perpanjangan waktu hingga 50 hari kedepan.

Anggota Komisi IV DPRD Lombok Barat kemarin turun melihat aktivitas pelayanan kesehatan, menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait pelayanan kurang maksimal lantaran masih di rumah toko (Ruko) akibat proyek Puskesmas yang belum selesai.

Ketua Komisi IV DPRD Lombok Barat, Jumarti, dan anggota turun ke Puskesmas Dasan Tapen yang menerima imbas pelayanan Puskesmas Gerung yang masih berada di Ruko. Selain itu, Komisi IV sidak ke Rumah Sakit Awet Muda Narmada.  Di Puskesmas Dasan Tapen jumlah pasien meningkat hingga 50-100 orang per hari. Kalau kunjungan rata-rata di atas 50 hingga hampir 100 orang per hari.”Ada peningkatan hampir 100 persen lebih akibat perbaikan Puskesmas Gerung,” ungkap Kepala UPT BLUD Puskesmas Dasan Tapen, NS.H. Hasmuni Budiawan.

Pelayanan yang di Puskesmas ini terdiri dari UGD, Poli Umum, Poli Anak, kesehatan ibu dan anak. Pihaknya memastikan pelayanan masyarakat maksimal. Kekuatan SDM karyawan yang tersedia lumayan besar mencapai  80 orang lebih.

Lalu Irwan menambahkan untuk Puksemsas Dasan Tapen sendiri rencananya akan diperluas. Dana untuk fisik perluasan Puskesmas ini sudah disiapkan dari DAK. Hanya saja Pemkab diminta kesiapan masalah lahan. Terkait lahan sendiri sudah ada sekitar 38 are disamping bangunan Puskesmas, tinggal dibayar. Menurutnya masalah ini harus dituntaskan lebih cepat di awal tahun ini. Jangan sampai terjadi lagi DAK tidak bisa dieksekusi.

Sementara itu di Rumah Sakit Awet Muda Narmada, dewan juga memantau proses pelayanan kesehatan yang ada ditempat ini. Komisi IV datang untuk memastikan kemana akan dialokasi anggaran sekitar Rp 12 miliar untuk pembangunan tahun ini.”Kita ingin ngecek, dimana lokasi pembangunan IPAL,” kata Jumarti.

Karena di dekat rumah sakit ini juga ada kandang sapi yang jaraknya cukup dekat dengan rumah sakit, apakah nanti itu tidak akan berdampak buruk terhadap keberadaan IPAL di dekat kandang sapi.” Ini juga kamu butuh penjelasan,” katanya.

Kalau soal kondisi pelayanan di rumah sakit ini sudah cukup bagus, manajemen cukup bagus bekerja dan memiliki visi yang besar untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kelas dari rumah sakit ini.

Untuk keluhan manajemen soal jalan masuk tersebut, pihaknya akan mengupayakan dari dana Pokok Fikiran (Fokir) pada APBD Perubahan nanti.” Untuk keluhan jalan nanti kita atur di APBD perubahan,” ujarnya.

Sementara itu Direktur Rumah Sakit Awet Muda Narmada dr Aan Putra Suryanata mengatakan uang pinjaman tersebut akan dialokasikan untuk Pembangunan Gedung Intensive Care Unit (ICU) dengan anggaran sekitar Rp 5,8 miliar.Pengadaan Alat Kesehatan ICU dan NICU Rp 2,3 miliar. Pengadaan Generator Set 500 KVA Rp 1,3 miliar, selain itu untuk pembangunan Rumah Genset dan Instalasi Generator Set Rp 814 miliar dan pengembangan instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)Rp 2 miliar.”Tujuan pembangunan dan pengadaan fasilitas ini untuk menaikkan kelas rumah sakit, dari tipe D ke tipe C tahun 2021 nanti,”tegasnya.(ami)