Pelayanan Buruk, Pasien Positif Corona Protes

LOKASI KARANTINA: Inilah eks Hotel Aerotel yang menjadi lokasi karantina warga Loteng yang positif virus corona, Senin kemarin (15/6). (M.HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)
LOKASI KARANTINA: Inilah eks Hotel Aerotel yang menjadi lokasi karantina warga Loteng yang positif virus corona, Senin kemarin (15/6). (M.HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)
Advertisement

PRAYA—Warga Lombok Tengah (Loteng), yang dinyatakan positif Covid-19, dan menjalani karantina di bekas Hotel Aerotel, melakukan protes atas pelayanan yang mereka terima saat ini. Mereka mengeluhkan pelayanan di lokasi karantina, dan jadwal swab oleh pemerintah yang dinilai tidak jelas.

Salah seorang pasien berinisial AN menegaskan, protes dilakukan karena pelayanan yang kurang maksimal. Hal ini karena jadwal swab oleh pihak Dinas Kesehatan (Dikes) yang tidak jelas. Bahkan, pasien yang sudah negatif ketika swab pertama, seharusnya segera swab ke dua setelah tujuh hari. Tatapi itu tidak dilaksanakan. Sehingga berbagai persoalan itulah yang akhirnya membuat para pasien melakukan protes.

“Kita protes karena jeda waktu swab dan informasi hasil pemeriksaan. Padahal jarak waktu maksimal swab tujuh hari, tetapi malah molor sampai sepuluh hari. Dan hasil pemeriksaan swab juga tidak pernah kami terima,” ungkap AN, Senin kemarin (15/6).

Dia juga menyesali perhatian yang dilakukan Pemda terhadap keluarga yang mereka tinggalkan, seolah juga tidak ada. Begitu pun dengan asupan gizi kepada para ibu menyusui, juga tidak pernah mereka terima. Sehingga menambah kekecewaan para pasien yang sedang tertimpa musibah ini.

“Perhatian Pemda terhadap keluarga dirumah tidak ada. Asupan gizi seperti susu untuk ibu menyusui, atau pampers untuk anak Balita tidak ada. Saya sudah 18 hari disini (Aerotel, red), bahkan ada teman lainnya yang lebih lama,” terangnya.

Sementara itu, Kasat Pol PP Lombok Tengah, Lalu Aknal Afandi menegaskan, bahwa keluhan dari pasien ini perlu secepatnya mereka luruskan, agar tidak membias. Karena meskipun Sat Pol PP bukan tenaga kesehatan yang harus menjelaskan, namun mereka adalah orang lapangan yang selalu memantau lokasi karantina, atau penampungan pasien Covid-19 tersebut.

“Pasien yang di Aerotel jumlahnya delapan orang, dan sudah dilakukan swab pertama. Ada yang di swab tanggal 6, 8 dan ada yang tanggal 10. Karena ada yang merasa hasil swab pertama belum diterima, karena keterlambatan dikirim dari provinsi, sehingga hari Sabtu kemarin, ada yang komplain menanyakan kepada petugas Nakes yang ada di Aerotel,” ungkap Aknal.

Namun setelah disampaikan, bahwa hasilnya memang betul belum ada dari Provinsi. Maka sebagian pasien ada yang sudah memaklumi. Hanya saja, memang ada saja yang kurang puas dengan jawaban para tenaga medis yang menjelaskan. Sehingga komplain ini juga diteruskan ke provinsi, dan provinsi baru pagi ini (Senin, red) mengirim hasil swab pasien ini.

“Jadi belum sempat diinfokan, sementara pasien pagi-pagi sudah complain dengan menggedor-gedor ruang petugas. Tapi  tidak ada sampai kaca atau perabot yang  pecah. Baru setelah diinfokan bahwa hasil swab pertama sudah ada, maka untuk swab ke dua dijadwalkan besok pagi jam 09.00 Wita,” terangnya.

Aknal menegaskan, setelah mendapatkan penjelasan, para pasien akhirnya memaklumi. Sehingga dipastikan sampai saat ini pasien di Aerotel masih kondusif, dan para pasien juga dilayani dengan baik oleh para petugas. “Jadi Aerotel tidak sampai dijaga oleh polisi,” pungkasnya. (met)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid