Pelatih Atletik Sukses, Dua Kali Harumkan NTB

NAZAR: Inilah pelatih atletik, Bagus Wirasantana ketika menunaikan nazarnya beerlari dari BIL sampai GOR 17 Desember Mataram (Dok/Radar Lombok)

Nama Bagus Wirasantana, sudah taka sing dalam jagat olahraga di NTB. Sosok ini dikenal sebagai pelatih bertangan dingin. Dari tangannya lahir para atlet breprestasi.

 

 


ABDI ZAELANI-MATARAM


 

SEJAK Pekan Olahraga Nasional (PON) 2012 dan 2016, Bagus Wirasantana sudah menangani atlet cabang olahraga atletik di Pelatda NTB. Sayang sosok ini tidak masuk namanya dalam jajaran pelatih Pelatda NTB 2017.

Dari rekam jejak tangan dinginnya, sejumlah nama atlet sudah berkibar di gawe olahraga terbesar tanah air tersebut. Beberapa nama yang pernah dibesut tangan dinginnya dan mampu menyumbangkan medali emas yakni, Supiati dan Adrian Yasmin.

Pelatih yang satu ini menangangi Adrian Yasmin di nomor 4×400 meter gawang sekaligus memecahkan rekor Pekan Olahraga Nasional (PON) Jawa Barat 2016. Meski telah mengantongi sederet prestasi mentereng, nama pelatih yang satu ini seolah dilupakan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB.

[postingan number=3 tag=”features”]

Ada yang menarik dari perjalanan kepelatihan sosok yang satu ini. Ia pernah bernazar, jika mampu menyumbangkan medali emas di PON 2016, ia akan lari dari Bandara Internasional Lombok (BIL) sampai di GOR 17 Desember, dan ia pun menunaikan nazarnya setelah anak didiknya sukses menyumbangkan medali emas.

Keberhasilan anak asuhnya, Supitai dan Adrian Yasin yang turun di nomor 400 meter gawang tidak saja sekedar menyumbang medali emas. Lebih dari itu, kedua anak asuhnya itu berhasil memecahkan rekor tercepat sepanjang sejarah PON di nomor yang diikutinya.

“Saya bisa seperti ini karena ada Om Bagus Wirasantana yang memberikan program-program latihan. Alhamdullah sipa pun yang ditangani beliau wajib bisa  meraih medali emas,” ucap Adrian Yasin, saat ditemui Radar Lombok, Kamis (24/2).

Diceritakan oleh Adrian, sosok Bagus adalah orang yang paling disegani. Betapa tidak, ia dinilai sebagai sosok yang memberikan praktik dan teori secara tepat. Sosok ini dinilai sebagai figure yang menjunjung tinggi kedisiplinan serta teguh dalam pendirian.

“Sayang sekali beliau tidak diakomodir,” jelasnya.

Lantaran tidak masuk dalam jajaran kepelatihan, Adrian mengingatkan agar KONI NTB tidak menyalahkan jika tidak bisa menyumbangkan medali emas. Baginya, dibalik atlet hebat, ada pelatih yang hebat pula.

Ia pun menuturkan, bukan hanya dirinya yang menilai sosok ini sebagai pelatih hebat. Para atlet sebelumnya yang pernah ditangani Bagus juga memberikan testimoni serupa.

Terpisah, Bagus Wirasantana  yang dikonfirmasi terkait namanya tidak ada dalam jajaran kepelatihan tidak banyak bicara. Ia sedikit pun tidak ingin menyinggung soal Pelatda yang telah berjalan.

Alih-alih mengomentari Pelatda NTB, pelatih yang satu ini justru lebih tertarik membeberkan prinsipnya dalam melatih atlet. “Kalau saya yang menangani, harus konsisten dan disiplin atlet saya perhatikan,” ungkapnya.

Bagus merupakan salah satu anggota Korem 162/Wira Bhakti yang sudah tidak diragukan lagi daya kepelatihannya. Sudah banyak atlet sukses yang lahir dari tangan dinginnya. (*)

BACA JUGA :  Baiq Nuril Maknun Setelah Bebas Dari Dakwaan Kasus Pelanggaran UU ITE