Pelatda PON Diundur Awal Februari

Pelatda PON Diundur Awal Februari
PANJAT TEBING: Tampak salah satu atlet Cabor Panjat Tebing NTB ketika berlaga untuk mengamankan tiket PON Papua 2020, belum lama ini.( NASRI/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Pembinaan atlet di Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) PON, sebelumnya direncanakan berlangsung pertengahan bulan Januari 2020. Namun lantaran adanya sejumlah kendala, pelaksanaan berubah, dan rencananya bakal berlangsung pada 2 Februari mendatang.

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB, H. Andy Hadianto mengatakan, pelaksanaan pembinaan atlet di Pelatda PON sebelumnya memang direncanakan pada 20 Januari lalu. Namun belakangan, beberapa syarat yang semestinya terpenuhi, sampai saat ini belum kunjung terpenuhi. Diantaranya, seperti penyerahan nama pelatih oleh sebagian Cabor, serta belum keluarnya SK Pelatda PON dari Pemprov NTB. “Inilah yang menjadi kendala kita sementara ini. Makanya harus kita undur, demi memaksimalkan persiapan menuju 17 emas,” jelasnya, Kamis (23/1).

Menurut Andy, pelaksanaan Pelatda PON yang lebih awal seperti rencana awal itu diakuinya bakal lebih baik. Namun pihaknya mengaku tidak bisa melangsungkan pembinaan tanpa memenuhi syarat yang sudah ditentukan. Diantaranya seperti penyerahan nama pelatih dari Cabor dan pengesahan SK Pelatda PON itu sendiri.

Dikatakannya, sebelumnya antara pihak KONI dengan Pengprov Cabor sepakat bahwa urusan pelatih sepenuhnya diserahkan ke Cabor masing-masing. Sayangnya, beberapa Cabor belum mengindahkan kesepakatan tersebut. Padahal penyerahan nama pelatih itu, lebih cepat lebih baik. Karena dengan kejelasan nama pelatih serta nama 101 atlet yang bakal dibina Pelatda PON bisa dipetakan dengan cepat. “Kita harapkan kerjasama yang baik dengan Cabor,” lanjutnya.

Sementara itu, Sekertaris Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) NTB Putu Yudhistira mengungkapkan, pihak FPTI sudah menemukan dua nama pelatih untuk 9 atletnya yang bakal dibina pada Pelatda PON itu.

Kedua Pelatih itu terdiri dari Ari Purnomo asal Jawa Tengah dikhususkan untuk Pelatih Teknik. Sementara M. Hirzani asal Lombok Timur dikhususkan untuk Pelatih fisik. Keduanya dinilai layak melatih 9 atlet yang rencananya diturunkan pada PON Papua 2020 nanti. “Kita rencananya dua pelatih itu yang akan kita pakai melatih atlet nanti,” pungkasnya. (rie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid