Pelatda Mayung Belum Dikukuhkan

Mars Ansori Wijaya (ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Hingga hari ini belum ada pengukuhan terkait dengan pelaksanaan Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) Mayung. Meskipun kegiatan telah berjalan beberapa bulan lalu, namun pengukuhannya sendiri tergantung dari Gubernur NTB.

Pernyataan itu disampaikan Ketua Panitia Pelatda Mayung, Mars Ansori Wijaya, bahwa terkait pengukuhan itu semua tergantung dari Bapak Gubernur NTB. Mengingat Gubernur sendiri juga sedang sibuk, sehingga belum bisa dipastikan kapan dikukuhkan atlet yang sedang menjalani Pelatda Mayung. “Sebenarnya nanti itu pihak Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB yang berkoordinasi dengan Pak Gubernur, kapan akan dikukuhkan atlet Pelatda Mayung,” terangnya kepada Radar Lombok, belum lama ini.

Dijelaskan lebih lanjut, beberapa waktu lalu, KONI NTB sudah berkoordinasi ke Gubernur NTB, namun beliau kurang sehat. Jadi tidak bisa diagendakan sesuai dengan kesepakatan bulan Februari lalu. “Jadi kita akan menjadwalkan ulang terkait dengan pengukuhan atlet Pelatda Mayung ini,” ucapnya.

[postingan number=3 tag=”pelatda”]

Walaupun belum dikukuhkan, tetapi Pelatda Mayung ini tetap berjalan sesuai dengan program yang telah diberikan. Adapun program yang ditetapkan oleh pelatih, yakni 3 hari latihan teknik, dan 2 hari latihan beban. Pihaknya telah menjadwalkan untuk satu minggu ada 5 hari latihan.

Tujuan pelaksanaan Pelatda Mayung ini, yaitu menyiapkan para atlet berprestasi NTB yang di topang oleh ilmu pengetahuan dan teknologi olahraga (sport science), serta kesiapan atlet andalan NTB untuk mampu berprestasi pada PON XX 2020 di Papua. Sedangkan target dari Pelatda Mayung ini yakni tercapainya peningkatan prestasi atlet NTB dari sisi perolehan medali emas pada PON XX 2020 di Papua.

Untuk diketahui ada 13 cabang olahraga yang terdiri dari 39 atlet dan 15 pelatih, dan menggunakan sistem promosi dan degradasi. Adapaun nama-nama atlet dan pelatih yang mengikuti Pelatda Mayung yakni Regina Patricia Panie, I Gusti Bagus Saputra, Endang, Huswatun Hasanah, Jubaitul, Saputra Samada, Ainun Azizah, Rina Selviana, Novi Jayanti, M. Yamin, Murdani, Kurniawan, Iswandi, Fadlin, Ridwan, Andrian, Arif Rahman, Safwaturrahman, Abdul Razak, Sudirman Hadi, M. Suryono, Nanang Fahmi, Ni Putu Yogiswari, Rohani, Lalu Rizal Saputra, I Kadek Yogi Permana, Bima Putra Eka B.K.W, Ahmad Zigi Zaresta Yudha, Danangsyah Yudistira Pribadi, Thio Kusuma Santosa, Alya Mutakharah, Desi Ratnasari, Panji Untung Setiawan, Irwan Wahyudi Saputra, Ardiansyah, Nurul iQamah, M. Iradat Putra Sanjaya, Muh Abim Febriansyah dan Sofian Anas.

Sedangkan untuk pelatih yang masuk Pelatda Mayung yakni Agus Salim, Dedy S Darere, Junaidi, Dedy Noorcholish, Subagio, Kapten Muhdar, Arya Yuniawan, Andik Budi Hartono, Indra Gunawan, Agus Suharyan, Kusmayadi Sarifudin, Indah Dugi Cahyono, Erny Susanty, Ridi Okwar dan Andri Prasetio.

Adapun 13 cabang olahrag antara lain Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) NTB, Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) NTB, Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (FORKI) NTB, Persaudaraan Bela Diri Kempo Indonesia (PERKEMI) NTB, Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia  (PERBAKIN) NTB, Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) NTB, Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) NTB, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) NTB, Taekwondo Indonesia (TI) NTB, Keluarga Olahraga Tarung Derajat  (KODRAT) NTB, Persatuan Tennis Lapangan Seluruh Indonesia (PELTI) NTB, Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PERTINA) NTB dan Muaythai Indoneisa (MI) NTB.  (cr-adi)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid